Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang perawat sedang membantu pasien Covid-19 yang memakai masker wajah produksi Decathlon, yang menyerupai alat snorkeling, di bangsal Covid di Rumah Sakit Maria Pia, di Turin, Italia pada 7 April 2020. Masker buatan Decathlon itu merupakan alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) untuk penderita Covid-19. ( Foto: MARCO BERTORELLO / AFP )

Seorang perawat sedang membantu pasien Covid-19 yang memakai masker wajah produksi Decathlon, yang menyerupai alat snorkeling, di bangsal Covid di Rumah Sakit Maria Pia, di Turin, Italia pada 7 April 2020. Masker buatan Decathlon itu merupakan alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) untuk penderita Covid-19. ( Foto: MARCO BERTORELLO / AFP )

Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit di Sumatera Meningkat

Sabtu, 15 Mei 2021 | 19:41 WIB
Maria Fatima Bona

Jakarta  - Kepala Satgas Covid-19 sekaligus  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengakui banyak masyarakat  mudik atau pulang kampung lebih awal seiring dengan pengumuman larangan mudik. Salah satunya ke Pulau Sumatera.

Doni menyebutkan, peningkatan pemudik ini, sejalan dengan peningkatan kasus Covid-19 yang terlihat dari peningkatan keterisian tempat tidur di rumah sakit.

 “Kalau kita perhatikan hampir semua  provinsi di Sumatera mengalami kenaikan kasus  baik  kenaikan kasus aktif  juga keterisian BOR (bed occupancy rate) di  sejumlah rumah sakit,” kata Doni  pada konferensi pers daring tentang “Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran” pada Sabtu (15/5/2021).

Doni menyebutkan, Satgas didampingi oleh perwakilan dari Kementerian Kesehatan (Kemkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), TNI dan Polri berkeliling ke seluruh provinsi di Sumatera.

Adanya lonjakan kasus ini, lanjut Doni, pihaknya telah mengingatkan kepada para kepala daerah untuk menyiapkan seluruh fasilitas pendukung terutama rumah sakit agar tidak mendadak.

Meski begitu, Doni juga mengatakan, ada beberapa provinsi di Sumatera yang mengalami pelandaian kasus, namun kondisi tersebut belum sepenuhnya menjamin kasus terkendali.

“Kita baru merasa pasti nanti  mungkin pada awal minggu kedua  bulan Juni yang akan datang.  Baru kita bisa membuktikan keberhasilan kita dalam penanganan  pandemi Covid-19 ini,” ucapnya.

Lanjut Doni, kondisi saat ini masih bersifat sementara. Bahkan, ia kembali mengingatkan peningkatan kasus Covid-19 pernah terjadi sebelumnya khususnya pada periode Agustus dan September  2020  dan akhir tahun serta awal tahun 2021.

Kenaikan kasus ini  mengakibatkan seluruh provinsi di Pulau Jawa  menambahkan fasilitas perawatan hingga menggunakan fasilitas  perawatan milik TNI  dan Polri. Bahkan keterisian Rumah Sakit Darurat Covid-19  Wisma Atlet  mendekati angka 92% pada periode  akhir Januari dan awal Februari 2021 dan di Banten, BOR mencapai 106%.

“Inilah yang tidak kita kehendaki ketika upaya kita  tidak optimal, tetapi kami yakin optimis kalau momentum ini bisa dipertahankan  sampai nanti dengan akhir pengetatan mudik  paling tidak mungkin pada awal  Juli akan datang  maka pertumbuhan kasus aktif bisa  kita kurangi,” pungkasnya.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN