Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Keterpakaian Tempat Tidur Isolasi untuk Pasien Covid-19 Naik 14,2%

Jumat, 28 Mei 2021 | 22:10 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan,  keterpakaian tempat tidur isolasi untuk pasien Covid-19 secara nasional  mengalami peningkatan. Kendati demikian, peningkatan tersebut menunjukan variasi  dan menunjukan tren peningkatan selama 6 hari terakhir.

“Di tingkat nasional keterpakaian tempat tidur sebesar 14,2% terhitung dari tanggal 20 Mei dibandingkan dengan tanggal 26 Mei 2021,”  kata Wiku pada konferensi pers tentang “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Jumat (28/5/2021).

Wiku menambahkan, jumlah keterpakaian tempat tidur ruang isolasi di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19  di Indonesia adalah 20.560. Kendati demikian, jumlah tersebut meningkat  menjadi 23.488 tempat tidur pada 26 Mei 2021.

Menurut Wiku, adanya peningkatan ini  dikontribusi oleh 5 provinsi  yang mengalami peningkatan 18 - 23%  pada rentan waktu yang sama.

Diantaranya; Pertama, DKI Jakarta mengalami kenaikan 23,7 dari 21 Mei 2021 sebesar 3.108 menjadi 3.846 tempat tidur isolasi terisi  pada 26 Mei 2021.

Kedua, Jawa Barat mengalami kenaikan 20,3% dari 20 Mei sebesar 3.003  menjadi 3.615 tempat tidur isolasi  terisi pada 26 Mei 2021.

Ketiga, Jawa Tengah, mengalami kenaikan 23,13% dari  20 Mei sebesar 2.567 menjadi 3.161 tempat tidur isolasi terisi pada 26 Mei 2021.

Keempat, Banten, mengalami kenaikan 21,2%  dari  20 Mei sebesar 816 menjadi 959   tempat tidur isolasi  terisi pada 26 Mei 2021.5.28

Kelima, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengalami kenaikan 18,18% dari 21 Mei sebesar 495  menjadi 585 tempat tidur isolasi terisi  pada 26 Mei 2021.

“Data  ini menandakan bahwa  terjadi peningkatan kasus Covid-19  pada 6 hari terakhir  utamanya yang membutuhkan perawatan di ruang isolasi  baik ditingkat nasional maupun  di 5 provinsi ini,” ucapnya.

Wiku menambahkan, keterisian tempat tidur isolasi ini menunjukan adanya peningkatan pasien dengan sedang  hingga  berat,  sehingga membutuhkan ruang isolasi.

“Ini alarm keras untuk kita semua, terutama untuk provinsi- provinsi  yang berada di Pulau Jawa,” ucapnya.

Wiku menyebutkan, data tersebut menunjukan bahwa Pulau Jawa  menjadi kontributor terbesar penambahan kasus positif  Covid-19 di tingkat nasional.  Namun, apabila provinsi di Pulau Jawa  dapat melakukan konsolidasi penanganan  Covid-19 dengan baik, maka Pulau Jawa dapat menjadi kontributor perbaikan  perkembangan kasus Covid-19 ditingkat nasional.

“Manfaatkan forum koordinasi pimpinan daerah, lintas wilayah ditingkat provinsi, kabupaten dan kota  di Pulau Jawa agar dapat menghasilkan strategis pengendalian  Covid-19 yang efektif,” pungkasnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN