Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penjual daging sapi melayani pembeli di Pasar Modern BSD City, di Tangerang Selatan, Selasa (19/1/2021). Foto ilustrasi

Penjual daging sapi melayani pembeli di Pasar Modern BSD City, di Tangerang Selatan, Selasa (19/1/2021). Foto ilustrasi" BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ketua DPD Desak DKI Antisipasi Rencana Pedagang Daging Mogok Jualan

Kamis, 21 Januari 2021 | 10:37 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI LaNyalla Mahmud Mattalitti mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta cepat tang gap dan mengantisipasi rencana pedagang daging sapi mogok berjualan.

"Saya meminta BUMD Dhar ma Jaya untuk dapat mengantisipasi untuk mengatasi kelangkaan daging kebutuhan masyarakat Jabodetabek," kata LaNyalla melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (20/1).

LaNyalla menjelaskan peda gang daging kekurangan pasokan karena kelangkaan persediaan daging yang telah berjalan selama dua pekan se hingga mengancam akan mogok berjualan.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto:Istimewa
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto:Istimewa

LaNyalla juga meminta Kementerian Perdagangan untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga daging sapi agar tidak muncul masalah berkelanjutan bagi masyarakat terkait harga pasaran yang tidak menentu.

Mantan Ketua Umum PSSI itu juga menuturkan Ditjen Peternakan dan Kesehatan He wan Kementerian Pertanian segera mengevaluasi ke langkaan persediaan daging sapi di pasaran sehingga dapat diantisipasi ketika terjadi hal serupa pada kemudian hari.

"Masalah ini kan bukan kali pertama terjadi. Semestinya bisa diantisipasi sejak awal jika dilakukan deteksi dini. Saya meminta hal ini tak terjadi lagi di kemudian hari," ujar LaNyalla.

Di tempat terpisah, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat akan mengecek ketersediaan daging sapi menyusul rencana mogok massal pedagang yang memprotes kenaikan harga bahan pangan tersebut mulai Rabu (20/1).

Pada Selasa (19/1), Sudin KPKP telah menerima informasi adanya rencana mogok massal pedagang daging sapi yang akan diikuti seluruh pedagang di wilayah Jabodetabek.

"Namun tadi pagi kami melakukan pemantauan ketersediaan pangan dan harga se cara umum masih ada yang berjualan dengan harga bervariasi dengan sedikit kenaikan," kata Kasudin KPKP Iwan Indriyanto di Jakarta.

Pihaknya tengah berkoordinasi Dinas KPKP DKI, BUMD, PD Dharma Jaya serta Kementerian Pertanian terkait wacana mogok massal pedagang daging sapi. Sudin KPKP mengecek ketersediaan daging di pasaran mulai Rabu (20/1) pagi untuk memastikan ketersediaan daging.

Pantauan akan dilakukan tradisional di bawah PD Pasar Jaya dan lokasi binaan, yang tersebar di delapan kecamatan Jakarta Barat.

"Besok minimal satu pasar tradisional di setiap kecamatan akan kami tinjau untuk me lihat ketersediaan daging," kata Iwan.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa para pedagang daging sapi di Jabodetabek akan mela kukan aksi mogok selama tiga hari. Kabar ini mengacu pada surat edaran Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bernomor 08/A/DPDAPDI/ I/2021.

Rencana ini dipicu tingginya harga daging sapi di pasaran sejak awal 2021. Selama beberapa hari terakhir, harga daging sapi murni mencapai Rp120 ribu per kilogram (kg), padahal biasanya berkisar pada Rp110 ribu hingga Rp114 ribu per kg.

Sementara harga daging sapi bagian paha belakang mencapai Rp126 ribu per kg se lama beberapa hari terakhir, padahal harga biasanya mencapai lebih dari Rp100 ribu per kg.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan para pedagang daging sapi di sejumlah pasar di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi mogok berjualan mulai Rabu (20/1) hingga tiga hari mendatang. Aksi tersebut merupakan pro tes kepada pemerintah karena tingginya harga da ging sapi di pasaran sejak awal tahun. (b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN