Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Bambang soesatyo

Bambang soesatyo

Ketua DPR: SDM Indonesia Aset Tak Ternilai

Minggu, 18 Agustus 2019 | 23:26 WIB

JAKARTA, investor.id – Sumber daya manusia (SDM) di Indonesia adalah aset yang tidak ternilai harganya terutama karena bangsa ini juga memiliki bonus demografi yang perlu dimanfaatkan secara optimal.

Demikian dikemukakan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Jakarta, Minggu (18/8/2019).

“SDM adalah aset yang tidak ternilai harganya. Tak seperti Jepang maupun Negara lainnya yang saat ini tengah menghadapi krisis demografi, Indonesia justru diuntungkan dengan bonus demografi yang semakin meningkat,” ujar Bambang Soesatyo.  

Untuk itu, kata Bamsoet—demikian ia akrab disapa—pihaknya memberikan apresiasi terhadap visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembangunan sumber daya manusia.

Hal tersebut dinilainya sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang akan menghadapi bonus demografi pada periode awal 2020-2030, dilanjutkan 2030-2040.

“Yakni jumlah penduduk produktif berusia 15-64 lebih besar, diprediksi sekitar 52%, dibanding  usia non produktif di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun,” kata Bamsoet.

Politisi Partai Golkar itu juga mengingatkan biasanya besarnya jumlah penduduk usia produktif harus dibekali dengan kemampuan SDM yang mumpuni.

Bamsoet mengingatkan, jika tidak maka ke depannya bonus demografi tersebut bukan menjadi berkah, tetapi dapat menjadi bencana.

“Persiapannya harus dimulai sejak saat ini. Mengingat bonus demografi tersebut diprediksi akan berakhir pada akhir 2040, di mana jumlah penduduk lansia Indonesia akan bertambah 19% hingga 2045,” ujarnya.

Melalui persiapan matang yang dilakukan sejak dini, di usia ke-100 tahun Kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045, mantan Ketua Komisi III DPR-RI ini yakin seluruh penduduk Indonesia sudah menjadi warga yang sejahtera.

Dengan demikian, sambung dia, maka tidak ada lagi ketakutan ataupun kekhawatiran karena ketidakmampuan memenuhi urusan mendasar manusia seperti sejumlah kebutuhan dasar misalnya sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan.

“Karena itu, dalam pembahasan APBN 2020, DPR RI dan Pemerintah sepakat memangkas belanja barang agar anggaran yang ada bisa dimanfaatkan sebesarnya untuk pembangunan SDM. Targetnya, bisa menurunkan kemiskinan mencapai 8,9%, indeks pembangunan manusia 72,5%, gini ratio 0,75-0,78%, dan tingkat pengangguran terbuka 4,8-5,1%,” pungkasnya. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN