Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo membuka Sidang Tahunan MPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD, Jumat (14/8/2020). Sumber: BSTV

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo membuka Sidang Tahunan MPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD, Jumat (14/8/2020). Sumber: BSTV

Ketua MPR RI: Produksi Pertanian dalam Negeri Tumpuan di Era Pandemi

Jumat, 14 Agustus 2020 | 09:59 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan pangan di era pandemi Covid-19 dengan meningkatkan produksi pertanian dalam negeri.

“Peringatan FAO mengenai ancaman krisis pangan akibat pandemic Covid 19 harus jadi perhatian kita, sebab pertarungan dalam memenuhi dan mengawas ketersediaan pangan menjadi penentu gerak bandul geo politik global. Kondisi ini memaksa setiap negara merancang politik pangannya,” tandas Bambang saat menyampaikan pidatonya dalam Sidang Tahunan MPR & Sidang Bersama DPR-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Dalam rangka meningkatkan volume dan kualitas produksi pertanian Bambang mengatakan, sebagiai tumpuan utama bangsa menghadapi pademic, maka pemerintah diminta untuk memberikan perhatian pada aspek pemenuhan fasilitas produksi seperti mesin dan pertanian, subsidi pupuk dan benih, serta fasilitas pendukung produksi lainnya.

“93% petani Indonesia adalah petani kecil maka fasilitas dan bantuan tadi sangat penting agar mereka terbantu untuk meningkatkan kinerja dan produksinya,” ujar Bambang.

Dalam kesempatan ini Pimpinan MPR juga menyatakan dukungannya kepada pemerintah untuk mensinergikan kebijakan pemulihan ekonomi dan penanganan Covid- 19.

“Keputusan pemerintah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional kami pandang sangat tepat mengingat persoalan ekonomi dan kesehatan tidak dapat dipisahkan dengan penangan Covid-19,” urainya.

Dikatakannya, pengalaman sejumlah negara menjadi yang lebih memprioritaskan penanganan kesehatan akhinya menghadapi persoalan ekonomi yang kompleks bahkan resesi, karena itu menurutnya perlu ada keseimbangan persoalan kesehatan dan sekaligus perekonomian.

“Tentu masalah kesehatan tetap menjadi prioritas sebab dengan sehat persoalan ekonomi akan bisa diatasi dengan lebih mudah,” paparnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN