Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketum BPP Hipmi Mardani H Maming bersama Presiden Joko Widodo dalam suatu kesempata. Foto: SIT

Ketum BPP Hipmi Mardani H Maming bersama Presiden Joko Widodo dalam suatu kesempata. Foto: SIT

Ketum Hipmi Apresiasi Peringatan Presiden soal Aparat Hukum Pemeras sebagai Musuh Bersama

Senin, 31 Agustus 2020 | 11:30 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Mardani H Maming mengapresiasi peringatan keras Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap oknum aparat penegak hukum yang melakukan pemerasan dengan memanfaatkan hukum yang belum sinkron.

"Peringatan Bapak Presiden Jokowi terhadap oknum aparat penegak hukum yang menakut-nakuti masyarakat terutama para pengusaha, dengan memanfaatkan regulasi, harus kita dukung. Bagaimana pun tindakan aparat seperti itu sangat tercela dan menghambat iklim usaha dan perekonomian Indonesia," ujar Maming, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin (31/8/2020).

Maming juga mendukung Presiden Jokowi agar para penegak hukum yang melakukan tindakan tercela tersebut dijadikan musuh bersama.

Dia mengungkapkan, sebenarnya kasus-kasus pemerasan oleh oknum penegak hukum terhadap para pengusaha sudah sejak lama terjadi. Sebagian besar berkaitan dengan perizinan.

"Karena itu jika kondisi seperti ini terus terjadi, jelas sangat merugikan perekonomian Indonesia, terutama dalam membangun iklim usaha yang sehat, dan iklim investasi," ucapnya.

Oleh sebab itu, Mantan Bupati Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dua periode tersebut mengimbau, agar kalangan pengusaha berani melawan dan melaporkan jika ada oknum aparat penegak hukum yang melakukan pemerasan kepada instansi yang berwenang.

"Saya juga mengingatkan, agar kalangan pengusaha terutama yang tergabung dalam Hipmi, melengkapi legalitas usahanya. Agar tidak menjadi korban pemerasan oknum aparat penegak hukum," ungkap CEO PT Batulicin Enam Sembilan dan PT Maming Enam Sembilan itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara Aksi Nasional Pencegahan Korupsi, yang disiarkan secara langsung pada kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (26/8/2020) lalu, memperingatkan, agar para aparat penegak hukum tidak menakut-nakuti sejumlah pihak, yaitu eksekutif, pengusaha hingga masyarakat dengan memanfaatkan hukum yang belum sinkron.

"Saya sampaikan berkali-kali. Jangan pernah memanfaatkan hukum yang belum sinkron ini untuk menakut-nakuti eksekutif. Untuk menakut-nakuti pengusaha dan masyarakat," tegas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan, pemanfaatan regulasi hukum yang belum sinkron untuk menakuti dan memeras sejumlah pihak tersebut dapat memperlambat, serta bahkan menghentikan pembangunan nasional.

"Penyalahgunaan regulasi untuk menakuti dan memeras inilah yang membahayakan agenda pembangunan nasional, yang seharusnya bisa kita kerjakan dengan cepat, kemudian menjadi lamban, dan bahkan tidak bergerak karena adanya ketakutan itu,” terangnya.

Oleh karena itu, Jokowi memperingatkan kembali kepada aparat penegak hukum untuk tidak melakukannya. Karena jika melanggarnya, maka ia tidak akan bisa mentoleransi perbuatan tersebut.

"Saya peringatkan aparat penegak hukum dan pengawas yang melakukan seperti ini adalah musuh kita semuanya, musuh negara. Saya tidak akan memberikan toleransi terhadap siapapun yang melakukan pelanggaran ini,” pungkas Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN