Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kinerja IHSG Positif

Rabu, 27 Februari 2019 | 11:08 WIB

Kiswoyo mengatakan lebih lanjut, menguatnya kembali rupiah ikut mendorong gairah bursa di dalam negeri. “Investor asing memang mengucurkan dana di pasar saham Indonesia sehingga IHSG berkinerja positif. Hal itu bertalian dengan perkasanya rupiah. Sampai akhir tahun ini, IHSG bisa tembus level 7.000,” ujarnya.

Nelwin Aldriansyah mengatakan, dengan posisi IHSG yang lebih baik, korporasi bisa lebih yakin untuk masuk mencari pendanaan di bursa saham ataupun melalui penerbitan obligasi. Hal ini akan mendorong penggalangan dana korporasi melalui IPO saham dan surat utang bisa lebih ramai tahun ini dibandingkan 2018.

”Pada 2018, sejak awal tahun, pasar modal Indonesia menghadapi tekanan. Namun, memasuki November 2018, arus dana investor asing mulai kembali ke bursa saham dan obligasi di Indonesia. Hal itu masih terus berlanjut hingga saat ini,” ujar Nelwin.

Meski demikian, lanjut dia, di tengah aliran dana investor asing yang mulai kembali ke pasar modal Indonesia, dalam beberapa hari sebelumnya sempat terjadi koreksi. Kondisi tersebut lebih disebabkan oleh sentimen eksternal.

”Itu karena berbagai data seperti terkait pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan Eropa ternyata diperkirakan tidak bisa lebih baik dari perkiraan awal. Sejauh ini, kita juga menghadapi kabar terkait proyeksi kondisi ekonomi Jepang yang akan berada dalam tekanan,” ungkap dia.

Namun, lanjut dia, kondisi ekonomi Indonesia tahun ini justru diperkirakan lebih baik dari pencapaian 2018. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,17% tahun lalu atau tertinggi sejak 2014.

Di tengah sinyal kondisi negara ini yang akan membaik, Nelwin menuturkan, pemerintah RI masih mampu menjaga defisit anggaran di level sekitar 1,76% dari produk domestik bruto (PDB). ”Persentase itu lebih rendah dari perkiraan awal yang sebesar 2,19% dari PDB. Sementara itu, kita juga ketahui, posisi inflasi RI masih terjaga dalam kisaran 3%,” papar dia. (bersambung)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/home/investor-nilai-prospek-ekonomi-ri-lebih-baik/185943

BAGIKAN