Menu
Sign in
@ Contact
Search
 Sidang ASEAN Food Testing Laboratory Committee (AFTLC) ke-21 yang digelar secara virtual pada Selasa, 20 September 2022. (Dok. KKP)

Sidang ASEAN Food Testing Laboratory Committee (AFTLC) ke-21 yang digelar secara virtual pada Selasa, 20 September 2022. (Dok. KKP)

KKP dan ASEAN Perkuat Pengawasan dan Pengujian Produk Pangan

Rabu, 21 September 2022 | 19:52 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama perwakilan negara-negara ASEAN berkolaborasi memperkuat pengawasan dan pengujian produk pangan.

KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) belum lama ini berpartisipasi dalam Sidang ASEAN Food Testing Laboratory Committee (AFTLC) ke-21.

"Isu keamanan pangan merupakan isu global, jadi kita berkolaborasi dengan negara-negara regional ASEAN untuk memperkuat pengawasan dan pengujian," kata Kepala Pusat Standardisasi Sistem dan Kepatuhan BKIPM, Teguh Samudro usai menghadiri pertemuan yang berlangsung virtual tersebut, di Jakarta, Selasa (20/9).

Dalam forum ini, Teguh menjadi Chairman (Ketua Sidang) perwakilan Indonesia. Dia didampingi oleh Vice-Chair (Wakil Ketua Sidang) Laila Rabaah Ahmad Suhaimi, Deputy Director of Laboratory Branch, Food Safety and Quality Division, Ministry of Health Malaysia. 

Teguh mengatakan, sidang AFTLC ke-21 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality of Prepared Foodstuff Product Working Grup (ACCSQ - PFPWG). 

AFTLC dibentuk untuk memonitor dan mengkoordinasikan kegiatan pengujian mutu pangan di ASEAN serta dalam rangka peningkatan dan penyetaraan kemampuan pengujian pangan laboratorium-laboratorium di negara ASEAN lewat sarana kerja sama antar laboratorium pangan di negara anggota ASEAN.

"Kita tentu mendukung dan terlibat aktif terkait keamanan pangan, karena ini selain mendatangkan devisa ketika diekspor juga untuk menjaga nama baik bangsa," tambahnya.

Dikatakannya, tiap negara terkadang memiliki ukuran sendiri dalam pengujian pangan. Karenanya, penting untuk menyamakan persepsi atau saling memahami regulasi dan ukuran masing-masing negara agar tidak terjadi penolakan produk yang diekspor.

"Pentingnya forum seperti ini kita jadi saling mengerti pengujian di masing-masing negara," urainya.

Sebagai informasi, sidang dihadiri oleh delegasi dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam dan Sekretariat ASEAN. Turut hadir perwakilan dari Physikalisch-Technische Bundesanstalt (PTB) Jerman dan International Life Sciences Institute Southeast Asia Region (ILSI-SEAR).

Kepala BUSKIPM Woro Nur Endang Sariati, MP mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai Ketua Delegasi Republik Indonesia (DELRI).

Turut hadir perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, BSN dan BPOM sebagai anggota Delegasi RI.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan mendorong peningkatan ekspor produk kelautan dan perikanan. Karenanya, dia meminta jajarannya rutin melakukan pembinaan kepada pelaku usaha mulai dari hulu sampai hilir untuk memastikan produk yang dihasilkan terjamin mutu dan kualitasnya.

Menurutnya, jaminan mutu ini penting sebagai upaya meningkatkan kepercayaan pasar dunia terhadap produk perikanan Indonesia.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com