Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menpora Zainudin Amali. Sumber: BSTV

Menpora Zainudin Amali. Sumber: BSTV

KOI dan Menpora Prioritaskan Vaksin Covid-19 untuk Atlet

Selasa, 19 Januari 2021 | 05:34 WIB
F Rio Winto

JAKARTA, investor.id – Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memasukkan atlet sebagai prioritas pemberian vaksin Covid-19. Kebijakan itu bisa membuat mereka memiliki kekebalan terhadap virus yang sudah menyebar ke seluruh dunia dengan massif tersebut.

“Kami berharap wacana ini dapat direalisasikan agar para atlet memiliki imunitas terhadap Covid-19. Pemberian vaksin ke pada para atlet nantinya bisa memaksimalkan kembali proses pelatihan nasional,” kata Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Minggu (17/1).

Radja Sapta Oktohari Terpilih Ketua HIPMI
Radja Sapta Oktohari

Aktivitas dan program latihan bisa berjalan dengan normal kembali dengan imunitas tersebut. Hal ini agar para atlet memiliki imunitas terhadap Covid-19 sehingga dapat kembali berlatih.

Namun demikian, pria yang akrab disapa Okto tersebut me minta vaksin tidak menjadi alasan atlet kemudian melupakanprotokol kesehatan secara ketat. Meskipun sudah men dapatkan vaksin, lanjut Okto, mereka tetap harus menjaga protokol kesehatan yang direkomendasikan oleh federasi internasional dan federasi nasional.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kempora untuk mewujudkan wacana ini,” tegas Okto.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengusulkan agar atlet, pelatih, dan ofisial dari 17 cabang olahraga dan National Paralympic Committee (NPC) untuk mendapat prioritas vaksin Covid-19 dari pemerintah.

Sementara itu, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan 17 cabang olahraga tersebut adalah bulu tangkis, angkat besi, panahan, renang, pencak silat, tenis, karate, taekwondo, judo, wushu, voli, menembak, se nam, catur, dayung, boling, dan selancar ombak. Mereka diprioritaskan tahap awal karena dijadwalkan mengikuti kejuaraan internasional dalam waktu dekat.

“Kami sudah berkirim surat kepada 17 induk organisasi cabang olahraga itu serta NPC. Kami meminta agar data atlet, pelatih, dan ofisial dapat dikirimkan ke Kemenpora. Selanjutnya akan diserahkannya kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Adapun terkait jadwal vaksinasi menjadi kewenangan dari Kemenkes,” jelas dia.

Untuk saat ini, Kemenpora baru akan mengusulkan penerima vaksin Covid-19 tahap awal bagi para atlet dan pelatih yang akan ikut dalam kegiatan olahraga yang dijadwalkan digelar dalam waktu dekat.

Pembatalan Multievent

Memburuknya situasi global akibat pandemi Covid-19 membuat banyak negara kembali menutup wilayahnya. Akibatnya, sejumlah kompetisi olahraga pun harus ditunda demi keselamatan dan kesehatan para atlet dan ofisial.

Setelah mengumumkan penun daan Asian Beach Games pada akhir tahun, Komite Olimpiade Asia (OCA) memutuskan untuk menunda Asian Indoor & Martial Arts Games, yang rencananya berlangsung pada 21-30 Mei di Bangkok dan Chonburi. Dalam pernyataannya, OCA menunda Asian Indoor & Martial Arts Games hingga Maret 2022, sementara Asian Beach Games kemungkinan akan ditunda hingga 2023, walaupun hingga saat ini belum ada keputusan resmi.

Menyikapi penundaan ini, KOI menerima keputusan yang diambil OCA karena keputusan ini diambildemi keselamatan bersama.

“Kami tentunya merasa prihatin dengan kondisi saat ini di mana kasus pandemi Covid-19 kembali meningkat di berbagai negara, yang berakibat pada ditundanya Asian Beach Games dan Asian Indoor & Martial Arts Games. Tapi, kami memaklumi dan menerima keputusan OCA karena keputusan ini diambil demi keselamatan dan kesehatan atlet dan juga pelaku olahraga lain,” ungkap Okto.

Dengan penundaan ini, KOI akan berkoordinasi dengan induk organisasi cabang olahraga dan juga Kemenpora terkait pelaksanaan pemusatan latihan untuk kedua multievent ini. Meski begitu, Okto berharap para atlet tetap dapat menjaga kondisi fisik dengan melakukan latihan ringan dan terus berkonsultasi dengan para pelatih. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN