Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Koleksi Cangkir Starbucks Mancanegara

Oleh Alina Mustaidah, Jumat, 28 Juni 2013 | 13:12 WIB

Kesempatan mengunjungi berbagai negara mengilhami Mona Surya, direktur utama/direktur nonoperasional PT Minanga Ogan untuk mengoleksi cangkir Starbucks dari negara yang dikunjunginya.

Menurut Mona, keinginan mengoleksi cangkir Starbucks itu bermula saat dia mengunjungi saudaranya di Korea Selatan. Saat bertandang ke rumah sang saudara, Mona melihat deretan koleksi cangkir yang dipajang di lemari.

“Ternyata keren juga ya kelihatannya saat dipajang. Saya jadi ingin juga koleksi,” katanya saat berbincang dengan Investor Daily di Jakarta, Selasa (25/6). Dia mengoleksi cangkir Starbucks karena kedai kopi itu ada hampir di seluruh Negara dan cukup mudah ditemukan. Kedai kopi itu juga menyediakan cangkir dengan tulisan masing-masing negara tempatnya beroperasi.

Hingga saat ini, wanita 48 tahun itu telah mengoleksi lebih dari 20 cangkir Starbucks, yang mewakili negara-negara yang telah dikunjunginya. Di antaranya, negara-negara Eropa, seperti Yunani, Belanda, London, Paris, Belanda, dan lain-lain. Ada juga koleksi cangkir Starbucks dari dalam negeri, yaitu Jakarta dan Bali.

Namun, Mona hanya mengoleksi dari negara yang telah dikunjunginya. “Pernah ada teman membawakan cangkir dari Amerika, tapi saya belum pernah ke sana jadi tidak termasuk koleksi,” tutur dia.

Dia juga berangan-angan untuk mengunjungi sejumlah negara, seperti Afrika, Rusia, Turki, Amerika, dan Brasil. Sedangkan daerah di dalam negeri yang sangat ingin dikunjunginya yaitu Raja Ampat. “Berkali-kali rencana saya ke sana selalu gagal karena sibuk,” ujar ibu empat anak itu.

Wanita cantik ini mengatakan, hobi mengoleksi cangkir Starbucks sebenarnya adalah yang kesekian. Sebelum menikah, dia gemar mengoleksi tiket dari tempat-tempat yang dikunjunginya. Setelah itu, Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) itu beralih mengoleksi magnet tempel dari berbagai negara. Tetapi koleksinya jauh berkurang setelah memiliki anak karena hilang. “Kemudian saya mulai mengoleksi lagi dan sekarang sudah lumayan banyak,” papar dia.

Mengumpulkan sesuatu untuk dikoleksi merupakan salah satu saja aktivitasnya saat traveling. Kegiatan lainnya adalah menikmati kuliner. Namun, Mona mengaku, dia membutuhkan teman untuk berburu kuliner agar lebih seru.

“Saya harus ada teman untuk kuliner karena saya malas mencari sendiri,” jelas perempuan kelahiran 20 Januari 1965 itu. Menurut dia, traveling merupakan hobinya sejak dulu. Bedanya, ketika masih lajang, Mona lebih sering traveling. Sedangkan saat ini, perempuan berdarah Palembang- Sunda itu lebih banyak menyesuaikan waktu putra-putrinya. “Paling tidak satu tahun sekali. Saya harus ikut. Kalau tidak yang satu kesini, yang satu ke sana,” kata Mona.

Dia menilai, bidang usahanya yang mengelola perkebunan kelapa sawit seluas 15 ribu hektare (ha) di Ogan Kemiring Ulu (OKU) itu sangat cocok dengan hobi travelingnya. Sebab, bidang tersebut banyak memberinya kesempatan untuk bekerja di perkebunan, sehingga tidak melulu di belakang meja.

Aktivitas itu juga sangat sesuai dengan karakternya yang selalu mencari sesuatu yang baru. Tidak heran jika Mona terlihat awet muda. “Aktivitas di luar ruang merupakan awal dari traveling,” kata dia. (*)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA