Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komjen Pol Listyo Sigit saat fit & proper test calon Kapolri di DPR, Rabu (20/1/2021). SUmber: BSTV

Komjen Pol Listyo Sigit saat fit & proper test calon Kapolri di DPR, Rabu (20/1/2021). SUmber: BSTV

Kompolnas: Kapolri Baru Hadapi Sejumlah Tantangan

Rabu, 27 Januari 2021 | 06:30 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas), Poengky Indarti membeberkan sejumlah tantangan dan pekerjaan rumah yang dihadapi Komjen Listyo Sigit usai dilantik sebagai Kapolri pada Rabu (27/1).

Poengky mengatakan Korps Bhayangkara di bawah kepemimpinan Listyo harus tetap profesional menjaga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibas) di tengah kondisi pandemi virus corona atau Covid-19 dan kelesuan di sektor ekonomi.

“Kami melihat tantangan Polri hari ini dan masa mendatang adalah bagaimana menjaga harkamtibmas di tengah-tengah pandemi Covid-19 dan kelesuan ekonomi. Dalam segala suasana, Polri harus bisa melayani, mengayomi, melindungi masyarakat dan menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya,” kata Poengky kepada Beritasatu.com, Selasa (26/1).

Selain itu, Poengky  mengatakan, Polri tetap harus fokus menangani berbagai kejahatan, terutama terkait kejahatan konvensional, kejahatan transnasional seperti jaringan narkoba dan terorisme serta kejahatan siber.

Selain itu, Polri juga menghadapi tantangan terkait menguatnya intoleransi dan radikalisme.

“Selain itu, tetap harus fokus pada penegakan hukum terhadap kejahatan konvensional, kejahatan transnational (misalnya jaringan narkoba dan jaringan teroris), kejahatan siber serta tantangan terhadap menguatnya intoleransi dan kelompok-kelompok radikal,” kata Poengky.

Sementara untuk internal Korps Bhayangkara, Poengky menilai Listyo menghadapi tantangan melanjutkan reformasi kultural Polri dengan sebaik-baiknya. Hal ini lantaran masyarakat masih melihat adanya anggota kepolisian yang melakukan kekerasan berlebihan, arogan dan bergaya hidup mewah.

“Hal tersebut harus dikoreksi. Apalagi sudah ada Peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2009 tentang Implementasi prinsip dan standar HAM, Peraturan Kapolri nomor 8 Tahun 2017 tentang LHKPN dan Peraturan Kapolri nomor 10 tahun 2017 tentang Barang Mewah, sehingga pimpinan dan seluruh anggota harus patuh pada peraturan-peraturan tersebut,” katanya.

Tidak hanya itu, Poengky mengatakan, profesionalitas anggota kepolisian juga harus ditingkatkan, terutama dengan memberikan perhatian yang lebih kepada anggota-anggota yang bertugas di wilayah Indonesia Timur.

Dikatakan, Revolusi Industri 4.0 harus menjadi perhatian Polri sehingga dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat menggunakan teknologi, agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat. Poengky menilai untuk dapat mewujudkan konsep Presisi, bacaan dan analisa keamanan dalam negeri harus tepat. Untuk itu, kata Poengky, fungsi intelijen keamanan di Polri memiliki peran penting dalam dapat membaca situasi dan kondisi keamanan dalam negeri.

Selain itu, fungsi Pembinaan Masyarakat (Binmas) juga berperan penting dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk menjaga harkamtibmas dan mencegah kejahatan, sebagai tindakan preventif. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN