Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Koopasau II Pantau Pergerakan ISIS dari Udara

Jumat, 10 April 2015 | 03:43 WIB
ah

MAROS- Kepala Staf Komando Operasi Angkatan Udara II Marsekal Pertama TNI Dody Trisunu menyatakan pihaknya fokus memantau stabilitas keamanan di udara termasuk memantau gerak-gerik kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS yang diduga telah masuk ke Indonesia.

"Selama ini pengawasan dan pemantauan ketat terus dilakukan prajurit Angkatan Udara di udara untuk menjaga keamanan termasuk melaporkan bila mana ada gerak-gerik mencurigakan," katanya usai upacara HUT TNI AU ke-69 di lapangan Galactika, Lanud Hasanuddin Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis.

Menurut dia, pihaknya terus bersiaga 24 jam dalam melakukan pengawasan di udara yang dapat mengancam stabilitas keamanan dan pertahanan dari serangan musuh misalnya pergerakan aktivitas dari kelompok ISIS diduga telah masuk ke Indonesia.

"Kami tetap berkoordinasi bersama Polri sebagai upaya meminimalisir kegiatan kelompok ISIS di berbagai wilayah di Indonesia. Untuk wilayah Koopsau II kami setiap hari melakukan pemantauan di udara, bila ditemukan adanya gerak gerik mencurigakan langsung berkoordinasi," ujarnya.

Dody juga menyebutkan beberapa masalah lintas negara harus mendapat perhatian TNI AU sebagai komponen bangsa seperti pada masalah terorisme dan perkembangan gerakan radikal ISIS yang pergerakkannya sangat mengkhawatirkan serta meresahkan umat beragama.

"Hal ini harus kita sikapi dengan serius dan penuh kehati-hatian untuk merumuskan pencegahan mulai dari luar negeri maupun pencegahannya masuk ke dalam negeri," katanya.

Ia menambahkan TNI telah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa pembelian alutsista baru guna mendukung operasi prajurit termasuk bagi TNI AU sebagai bagaian dari alat negara untuk mengemban tugas menjaga pertahanan dan keamanan Indonesia.

"Dengan alutsista baru ini tentu diperlukan Sumber Daya Manusia dalam mendukung operasi secara baik, selain itu mereka siap digunakan dalam menjalankan tugas negara salah satunya masalah terorisme," tambahnya.

Sebelumnya, salah satu terduga teroris diketahui bernama Sabar Subagio alias Daeng Koro tewas tertembak dalam kontak senjata di Pegunungan Sakina Jaya, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, pada Jumat 3 April 2015.

Mantan angota TNI AD satuan Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopashanda) angkatan 1982 ini diketahui merupakan anggota kelompok teroris Santoso alias Abu Wardah yang juga salah satu kelompok dari jaringan ISIS.

Sementara tujuh orang diduga teroris jaringan ISIS juga ditangkap di Kabupaten Parigi, Mountong, Sulteng. Empat orang warga negara asing dari Turki sudah dibawa ke Markas Komando Brimob di Jakarta sedangkan tiga lainya WNI masih ditahan di Polda Palu, Sulteng.(ant/hrb)




Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN