Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Buronan Kejaksaan Agung dalam kasus pembalakan liar tahun 2006 Adelin Lis, dihadirkan dalam konferensi pers di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (19/6/2021) malam. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Buronan Kejaksaan Agung dalam kasus pembalakan liar tahun 2006 Adelin Lis, dihadirkan dalam konferensi pers di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (19/6/2021) malam. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Koordinasi Polri-Imigrasi Temukan 2 Dugaan Tindak Pidana Adelin Lis

Rabu, 23 Juni 2021 | 11:22 WIB
Bayu Marhaenjati

JAKARTA, investor.id  - Bareskrim Polri, menyelidiki kasus pemalsuan paspor terpidana pembalakan liar Adelin Lis alias AL, yang digunakannya pada saat pelarian ketika menjadi buronan. Hasil koordinasi dan penyelidikan dengan pihak Ditjen Imigrasi, ada dua dugaan tindak pidana yang dilakukan Adelin.

"Hasil koordinasi dan penyelidikan bersama Ditjen Imigrasi serta dengan Atpol Singapura, diketahui dua hal dugaan tindak pidana yang telah dilakukan oleh buronan AL alias HL selama pelariannya," ujar Dirtipidum Bareskerim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, Rabu (23/6/2021).

Dikatakan Andi, dugaan pelanggaran tindak pidana itu pertama dengan sengaja menggunakan dokumen perjalanan RI -paspor- yang diketahui atau patut diduga palsu atau dipalsukan.

"Kedua memberikan data tidak sah atau keterangan yang tidak benar untuk memperoleh dokumen perjalanan bagi dirinya sendiri," ungkapnya.

Buronan Kejaksaan Agung dalam kasus pembalakan liar tahun 2006 Adelin Lis (dua kiri), digiring ke mobil tahanan usai konfrensi pers di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (19/6/2021) malam. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Buronan Kejaksaan Agung dalam kasus pembalakan liar tahun 2006 Adelin Lis (dua kiri), digiring ke mobil tahanan usai konfrensi pers di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (19/6/2021) malam. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Andi menyampaikan, semua substansi kedua perbuatan melawan hukum atau tindak pidana itu secara khusus telah diatur di dalam Pasal 126 huruf a dan c Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dan penegakan hukumnya menjadi kewenangan PPNS Keimigrasian berdasarkan asas lex spesialis derogat legi generali.

"Dalam pelaksanaan proses penyidikan, PPNS Keimigrasian berkoordinasi dengan penyidik Polri, termasuk diantaranya bantuan penyerahan barang bukti dokumen perjalanan RI atau paspor asli tapi palsu yang masih diamankan oleh Kedubes RI cq Atpol/SLO Polri di Singapura. Penyidikan terkait dugaan dua tindak pidana di atas oleh PPNS Keimigrasian sudah dimulai sejak koordinasi intensif dilakukan minggu lalu," katanya.

Sebelumnya diketahui, akibat pemalsuan identitas paspor itu Adelin Lis yang merupakan buronan kasus pembalakan liar diamankan pihak Imigrasi Singapura, di Bandara Changi, 28 Mei 2018 lalu.

Kemudian, Immigration and Checkpoint Authority (ICA) Singapura mengirimkam surat kepada KBRI Singapura, tertanggal 4 Maret 2021. Surat itu pada intinya berisi permintaan verifikasi atas identitas sebenarnya dari Adelin Lis, dan apakah passport Nomor B 7348735 atas nama Hendro Leonardi secara sah diterbitkan oleh pihak berwenang di Indonesia.

Pengadilan Singapura kemudian menyatakan Adelin Lis bersalah terkait penggunaan nama Hendro Leonardi -identitas lain- dalam paspornya, dan dijatuhi hukuman denda S$ 14.000.

Adelin merupakan buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polri dan red notice interpol karena kabur dan tidak berani bertanggung jawab atas perbuatannya menebang hutan secara ilegal hingga merusak lingkungan, di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, sejak 2008 silam.

Ketika itu, posisi Adelin merupakan Direktur Keuangan/Umum PT Keang Nam Development Indonesia (KNDI) dan PT Inanta Timber. Akibat perbuatan Adelin Lis dan kawan-kawan, negara mengalami kerugian Rp 119.802.393.040 dan US$ 2.938.556,24.

Perbuatan Adelin Lis, melanggar Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman seumur hidup, serta Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2004 tentang Kehutanan.

Setelah sempat divonis bebas Pengadilan Negeri Medan pada tahun 2007, Adelin Lis akhirnya dijatuhi hukuman 10 tahun serta bayar denda lebih Rp 110 miliar oleh Mahkamah Agung pada 2008.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN