Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jubir penangangan Covid-19 Achmad Yurianto. Sumber: BSTV

Jubir penangangan Covid-19 Achmad Yurianto. Sumber: BSTV

Korona di Indonesia Jadi 514 Kasus Terinfeksi, 48 Meninggal, 29 Sembuh

Gora Kunjana, Minggu, 22 Maret 2020 | 16:01 WIB

JAKARTA, investor.id – Kasus korona di Indonesia berdasarkan data terakhir hari ini (Minggu, 22/3) pukul 12.00 WIB menjadi 514 orang terinfeksi, 48 pasien meninggal, dan 29 lainnya berhasil disembuhkan.

“Ada penambahan kasus 64, sehingga totalnya menjadi 514 orang. Ada juga penambahan kasus yang sudah sembuh, sudah dua kali pemeriksaan dan dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang 9 orang jadi total yang sembuh menjadi 29 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Korona Achmad Yurianto dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Jubir penangangan Covid-19 Achmad Yurianto. Sumber: BSTV
Jubir penangangan Covid-19 Achmad Yurianto. Sumber: BSTV

Ia mengatakan, selain itu ada juga penambahan kasus yang meninggal dari perjalanan kasus ini sebanyak 10 orang, sehingga jumlah kasus pasien yang meninggal total menjadi 48 orang.

Distribusi pasien sudah diinformasikan kepada kepala dinas kesehatan provinsi untuk kemudian dilanjutkan ke rumah sakit bagi layanan rumah sakit, dan diberikan kepada dinas dalam kepentingan untuk melakukan tracing kontak.

Yurianto kembali mengingatkan bahwa social distancing atau menjaga jarak harus dilakukan dengan basis komunitas.

“Harapan kami, masyarakat saling mengingatkan, saling mengawasi. Beberapa pembelajaran sudah kita dapatkan dari kasus ini,” katanya.

Yurianto juga menambahkan bahwa pihaknya  sudah memperoleh beberapa rumah sakit tambahan, screening dengan menggunakan alat rapid test, dan obat-obatan yang akan digunakan pun juga sudah dimiliki.

“Namun sekali lagi, obat-obatan ini adalah atas resep dokter atau atas indikasi yang diberikan oleh dokter. Tidak dibenarkan untuk kemudian kita simpan sendiri atau kita minum dalam konteks pencegahan,” tandasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN