Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (kanan) bersama penyidik, memberikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di gedung KPK, Jakarta, Jumat 3 Juni 2022.  (Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (kanan) bersama penyidik, memberikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di gedung KPK, Jakarta, Jumat 3 Juni 2022. (Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

KPK Hitung Uang yang Disita dari Kantor Summarecon

Selasa, 7 Juni 2022 | 18:23 WIB
Muhammad Aulia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menghitung uang yang disita tim penyidik saat menggeledah kantor PT Summarecon Agung Tbk di Jakarta Timur. Uang itu disita lantaran diduga terkait dengan kasus dugaan suap pengurusan perizinan apartemen Royal Kedhaton yang menjerat mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

“Saat ini masih dilakukan penghitungan yang diduga kuat berkaitan dengan perkara,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (7/6/2022).

Advertisement

Baca juga: KPK Tetapkan Eks Walikota Yogyakarta sebagai Tersangka Suap Perizinan

Tidak hanya uang, dalam penggeledahan di kantor Summarecon pada Senin (6/6/2022) tersebut, tim penyidik KPK turut mengamankan dan menyita sejumlah dokumen yang terkait dengan perkara suap Haryadi Suyuti. Ali mengungkapkan, seluruh bukti yang disita tersebut akan dianalisis lebih lanjut oleh KPK.

“Bukti-bukti tersebut, akan dianalisis kembali dan disita untuk melengkapi berkas perkara dari para tersangka,” tutur Ali.

Diberitakan, KPK menetapkan mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan IMB Apartemen Royal Kedhaton. Selain Haryadi Suyuti, KPK juga menjerat Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana; dan sekretaris pribadi Haryadi, Triyanto Budi Yuwono; serta Vice President Real Estate Summarecon Agung, Oon Nusihono.

Dalam kasus ini, Haryadi melalui Triyanto dan Nurwidhihartana diduga menerima suap US$ 27.258 dari Oon untuk memuluskan izin mendirikan bangunan (IMB) apartemen Royal Kedhaton yang digarap anak usaha Summarecon Agung, PT Java Orient Property.

Baca juga: KPK Tangkap 9 Orang dalam OTT Eks Wali Kota Yogyakarta

Haryadi Suyuti, Triyanto, dan Nurwidhihartana yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Oon yang ditetapkan sebagari tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN