Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) H Firli Bahuri. Sumber: BSTV

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) H Firli Bahuri. Sumber: BSTV

KPK Terus Usut Kasus Jual Beli Jabatan di Pemkot Tanjungbalai

Minggu, 25 April 2021 | 10:42 WIB
Fana Suparman

JAKARTA, investor.id  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan masih terus mengusut kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai, Sumatera Utara. Kasus jual beli jabatan ini diduga menjadi bancakan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju untuk menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan, kasus jual beli jabatan tersebut terus diusut pihaknya. Bahkan, pimpinan KPK telah menandatangani surat perintah penyidikan (sprindik) perkara tersebut pada 15 April 2021.

"Saya pastikan peristiwa korupsi jual beli jabatan atau yang lain di Pemkot Tanjungbalai itu tetap berlanjut dan sedang berjalan. Saya ingat, kalau tidak salah, 15 April 2021 saya tanda tangan sprindik tentang dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai," kata Firli Bahuri.

Meski demikian, Firli belum bisa memastikan kapan kasus dugaan jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai diumumkan ke publik.

"Nanti kita umumkan. Karena masih proses," katanya.
Diketahui, Stepanus Robin Pattuju bersama seorang pengacara bernama

Maskur Husain diduga telah menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial sebesar Rp 1,3 miliar dari kesepakatan Rp 1,5 miliar. Suap itu diberikan agar Stepanus membantu menghentikan penyelidikan dugaan jual beli jabatan di Tanjungbalai yang sedang diusut KPK.

Selain suap dari Syahrial, Markus Husain juga diduga menerima uang sebesar Rp 200 juta dari pihak lain. Sedangkan Stepanus dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia, sebesar Rp438 juta.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN