Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPOM Penny Lukito (kiri) bersama Ketua ITAGI Sri Rezeki Hadinegoro (kanan) dan Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotrapika, dan Prekursor BPOM Togi J Hutadjulu berbincang usai  jumpa wartawan terkait Persetujuan  Vaksin Covid-19 Dosis Lanjutan (booster), di Jakarta, Senin (10/1/2022. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kepala BPOM Penny Lukito (kiri) bersama Ketua ITAGI Sri Rezeki Hadinegoro (kanan) dan Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotrapika, dan Prekursor BPOM Togi J Hutadjulu berbincang usai jumpa wartawan terkait Persetujuan Vaksin Covid-19 Dosis Lanjutan (booster), di Jakarta, Senin (10/1/2022. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

KSP Minta Masyarakat Tak Khawatirkan Vaksin Booster

Selasa, 11 Januari 2022 | 12:52 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id  - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap vaksin booster yang akan mulai dilakukan Rabu, 12 Januari 2022.

Karena, lanjut Abraham, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengkaji manfaat vaksin booster.

"Penggunaan vaksin booster juga sudah terjadi di 120 negara. Seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir lagi," kata Abraham Wirotomo di Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Dijelaskannya, pemerintah akan memulai vaksinasi booster besok dengan jenis vaksin di antaranya Corona Vac (Sinovac), AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Zifivak. Untuk itu, pemerintah sudah menyiapkan lebih 350 juta vaksin untuk keperluan vaksinasi booster selama 6 bulan ke depan, yaitu Januari hingga Juni 2022.

"Vaksinasi booster akan dimulai secara bertahap. Untuk stok vaksin Januari 21 juta, Februari 35 juta, Maret 48 juta, April 66 juta, Mei 83 juta, dan Juni 99 juta,” ujar Abraham Wirotomo.

Abraham menerangkan, vaksin booster akan diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua dengan jangka waktu lebih dari enam bulan.

Vaksinasi booster akan diberikan kepada kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya telah memenuhi kriteria 70% dosis pertama dan 60% dosis kedua.

"Jadi sampai sekarang ada 244 kabupaten kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut,” terang Abraham Wirotomo.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN