Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (dua kanan),  tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pukul 22.51 WIB. Rabu (5/1/2022).  Foto: BeritaSatuPhoto/Joaito De Saojoao

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (dua kanan), tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pukul 22.51 WIB. Rabu (5/1/2022). Foto: BeritaSatuPhoto/Joaito De Saojoao

Kumpulkan Bukti Dugaan Suap Rahmat Effendi, KPK Temui Ketua DPRD Kota Bekasi

Sabtu, 29 Januari 2022 | 11:19 WIB
Vento Saudale

JAKARTA, investor.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mengumpulkan bukti dugaan aliran  suap proyek dan jual beli jabatan Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi ke sejumlah pihak. Salah satunya kepada Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro.

"Saat ini, pengumpulan alat bukti oleh Tim Penyidik masih berproses dengan mengagendakan pemanggilan saksi-saksi," ungkap Plt Jubir KPK Ali Fikri, Jumat (28/1/2022).

Chairoman diketahui telah diperiksa tim penyidik KPK pada Selasa (25/1/2022). Dalam pemeriksaan, tim penyidik salah satunya mencecar politikus PKS itu terkait dugaan aliran dana dari Rahmat Effendi.

Usai diperiksa, Chairoman tak membantah adanya pemberian uang senilai Rp 200 juta kepadanya. Menurut Chairoman, uang yang diterimanya telah diserahkan ke KPK setelah Rahmat Effendi ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

KPK memastikan, pengakuan Chairoman menjadi petunjuk untuk mendalami aliran dana suap Rahmat Effendi. "Keterangan yang disampaikan oleh saksi tersebut, akan didalami lebih lanjut oleh tim penyidik. Setidaknya dapat menjadi alat bukti petunjuk untuk bisa terus dikembangkan," ujar Ali.

Dikatakan Ali, keterangan Chairoman terkait dugaan aliran uang itu akan dikonfirmasi silang dengan saksi dan tersangka kasus ini, termasuk Rahmat Effendi. Hal itu untuk membuktikan ada tidaknya dugaan tindak pidana korupsi.

"Jika ditemukan keterkaitan antara keterangan saksi tersebut dengan saksi yang lain maka tentu tim penyidik juga akan melengkapi melalui berbagai alat bukti lainnya, di antaranya melalui keterangan Tersangka RE (Rahmat Effendi)," kata Ali.

Diketahui KPK menetapkan Rahmat Effendi dan delapan orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi. Penetapan tersangka terhadap sembilan orang ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif 14 orang yang diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (5/1/2022) lalu.

Selain Rahmat Effendi, delapan orang lainnya yang dijerat KPK dalam kasus suap ini, yaitu Direktur PT MAM Energindo, Ali Amril; Lai Bui Min alias Anen selaku pihak swasta serta Direktur PT Kota Bintang Rayatri dan PT HS Hanaveri Sentosa, Suryadi. Selain itu, KPK juga menjerat Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin; Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, M. Bunyamin; Lurah Kati Sari, Mulyadi alias Bayong; Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi; dan Camat Jatisampurna, Wahyudin.

KPK menduga, Rahmat Effendi menerima suap terkait fee ganti rugi serta pengerjaan proyek dan juga terkait jual beli jabatan di Pemkot Bekasi.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN