Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo menerima Menlu AS Mike Pompeo di Istana Bogor, Kamis (29/10/2020). Foto: Istana

Presiden Joko Widodo menerima Menlu AS Mike Pompeo di Istana Bogor, Kamis (29/10/2020). Foto: Istana

Kunjungan Pompeo Buktikan Arti Penting Kemitraan RI-AS

Jumat, 30 Oktober 2020 | 07:06 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

BOGOR, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, lawatan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo di tengah pandemi Covid-19 menunjukkan arti pentingnya kemitraan strategis di antara kedua negara.

Hal ini dikatakan Presiden saat menerima kunjungan Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10).

Presiden Joko Widodo menerima Menlu AS Mike Pompeo di Istana Bogor, Kamis (29/10/2020). Foto: Istana
Presiden Joko Widodo menerima Menlu AS Mike Pompeo di Istana Bogor, Kamis (29/10/2020). Foto: Istana

Ditambahkannya selama pandemi Covid-19, kunjungan pejabat kedua negara cukup intensif, bahkan menurutnya paling intensif.

“Dan selama pandemi ini, saling kunjung antara pejabat kita cukup intensif, bahkan saya sampaikan paling intensif,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo menerima Menlu AS Mike Pompeo di Istana Bogor, Kamis (29/10/2020). Foto: Istana
Presiden Joko Widodo menerima Menlu AS Mike Pompeo di Istana Bogor, Kamis (29/10/2020). Foto: Istana

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Presiden Jokowi menekankan perlunya memelihara kemitraan antara Indonesia- Amerika Serikat.

“Dalam pertemuan tadi Presiden mengatakan bahwa Indonesia bermitra dan berteman baik dengan Amerika. Indonesia menginginkan Amerika sebagaitrue friend of Indonesia, tapi hal ini tidak bisa take it for granted,” ujar Menteri Luar Negeri R Retno Marsudi, dalam konferensi pers virtual seusai mendampingi Presiden menerima Menlu AS di Bogor, Kamis (29/10).

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (kanan) menerima kunjungan Menlu Amerika Serikat Michael R Pompeo di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (29/10/2020). (Foto: Kementerian Luar Negeri)
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (kanan) menerima kunjungan Menlu Amerika Serikat Michael R Pompeo di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (29/10/2020). (Foto: Kementerian Luar Negeri)

Menlu menyampaikan bahwa Presiden Jokowi menyatakan kemitraan Indonesia-AS harus dipelihara, dan untuk memelihara kemitraan tersebut, diperlukan upaya serius, pemahaman satu sama lain, serta upaya menunjukkan kerja sama konkret termasuk di antaranya kerja sama ekonomi.

“Presiden menekankan bahwa Indonesia ingin melihat kerja sama ekonomi kedua negara meningkat di masa yang akan datang, termasuk tentunya harapan terhadap perpanjangan GSP facilities kepada Indonesia,” beber Menlu.

Fasilitas GSP merupakan program unilateral AS yang memberikan keringanan tarif bea masuk untuk negara eksportir ke pasar AS.

Presiden Joko Widodo menerima Menlu AS Mike Pompeo di Istana Bogor, Kamis (29/10/2020). Foto: Istana
Presiden Joko Widodo menerima Menlu AS Mike Pompeo di Istana Bogor, Kamis (29/10/2020). Foto: Istana

Indonesia mendapatkan fasilitas GSP pada 3.572 pos tarif. Akan tetapi sejak 2018, dalam Federal Register Vol. 83 per 27 April 2018, AS masih meninjau ulang eligibilitas Indonesia dan beberapa negara berkembang lainnya untuk mendapatkan perpanjangan fasilitas tersebut.

Selain itu, kata Menlu, Presiden Jokowi juga menginginkan agar kerjasama pertahanan dengan Amerika serikat meningkat dan presiden ingin melihat Amerika memahami kepentingan negara berkembang serta kepentingan negara-negara muslim.

Tingkatkan Investasi

Presiden Joko Widodo menerima Menlu AS Mike Pompeo di Istana Bogor, Kamis (29/10/2020). Foto: Istana
Presiden Joko Widodo menerima Menlu AS Mike Pompeo di Istana Bogor, Kamis (29/10/2020). Foto: Istana

Amerika Serikat melibatkan lembaga federal Korporasi Keuangan Pembangunan Internasional (International Development Finance Corporation/ DFC) untuk mendorong lebih banyak investasi AS masuk ke Indonesia.

“Kami siap menggunakan sarana Amerika itu untuk mempromosikan investasi sektor swasta yang dapat mendukung rencana Presiden (Joko) Widodo untuk menanamkan US$ 327 Miliar untuk lebih dari 250 proyek infrastruktur,” kata Menteri Luar Negeri AS Michael (Mike) Pompeo saat menyampaikan pernyataan pers virtual usai bertemu Menlu Retno Marsudi di Jakarta, Kamis (29/10).

Mengutip lembar fakta Departemen Luar Negeri AS, DFC yang bertanggung jawab untuk menyediakan dan memfasilitasi pembiayaan proyek pembangunan swasta di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, akan mempercepat investasi AS di sektor infrastruktur, digital, dan energi di Indonesia. Penandatanganan perjanjian pembiayaan infrastruktur antara AS dan Indonesia yang dicapai baru-baru ini diharapkan menarik modal sektor swasta untuk memenuhi perkiraan kesenjangan infrastruktur Indonesia sebesar US $ 1,5 Triliun.

Presiden Joko Widodo menerima Menlu AS Mike Pompeo di Istana Bogor, Kamis (29/10/2020). Foto: Istana
Presiden Joko Widodo menerima Menlu AS Mike Pompeo di Istana Bogor, Kamis (29/10/2020). Foto: Istana

Namun, guna mendukung upaya ini, Menlu Pompeo mengingatkan pentingnya insentif yang tepat bagi pelaku bisnis AS.

“Agenda reformasi Indonesia sangat membantu dalam hal ini, kami harap Anda terus mengambil langkah-langkah untuk menghapus birokrasi yang berlebihan, memberantas korupsi, dan meningkatkan transparansi,” kata Pompeo.

Dalam pertemuan dengan Menlu Retno, Pompeo menegaskan kembali pentingnya kerja sama kedua negara untuk dapat mengejar pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan hukum internasional dan prinsip persaingan yang sehat.

“Kami sepakat bahwa dua negara dengan skala ekonomi seperti kita harus lebih banyak berdagang, bersama-sama ada lebih banyak yang dapat kami investasikan di sini dari AS,” tutur dia.

Pada kesempatan itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa pandemi Covid-19 akan dapat dilalui bersama.

“Saya ingin meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa kita akan melalui masa sulit ini bersama,” ujar Pompeo.

Secara khusus, Pompeo menyebut bantuan pemerintah AS senilai US$ 11 Juta atau Rp 162 miliar (untuk Indonesia) dari total US$ 20 Miliar atau Rp 295 triliun yang dijanjikan negaranya sebagai tanggapan global atas Covid-19.

Menurut dia, jumlah bantuan yang sejauh ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia” menunjukkan perhatian dan upaya berkelanjutan AS untuk menangani masalah global yang penting ini. (b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN