Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penindakan aturan ganjil genap di Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Penindakan aturan ganjil genap di Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Langgar Ganjil Genap, Polisi Tilang Ribuan Kendaraan

Rabu, 12 Agustus 2020 | 06:54 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Polisi kembali memberlakukan penindakan tilang, setelah sebelumnya hanya teguran pada tahap sosialisasi ganjil genap pekan lalu.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo mengatakan, polisi menilang 1.062 pelanggar sistem ganjil genap dengan cara manual dan electronic traffic law enforcement (ETLE) pada Senin (10/8).

“Tilang manual pada pagi hari sebanyak 343 dan sore 276. Kemudian tilang ETLE pagi 150 dan sore 293. Total tilang 1.062,” ujar Sambodo, di Jakarta, Selasa (11/8).

Penindakan aturan ganjil genap di Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Penindakan aturan ganjil genap di Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Dikatakan Sambodo, sistem pembatasan kendaraan ganjilgenap berlaku di 25 jalur atau kawasan. Sebanyak 13 kawasan di antaranya terpasang kamera ETLE, 12 sisanya tidak ada. Pada kawasan yang terpasang kamera maka penindakan dilakukan menggunakan ETLE, sementara di lokasi yang tidak ada kamera dilakukan tilang manual.

“Mengapa hal ini dilakukan? Agar masyarakat tidak ketilang dua kali, ketilang secara manual dan ketilang secara ETLE. Sehingga nanti termasuk juga kalau ada masyarakat yang sudah ditilang sama anggota, di jam yang sama, di waktu yang sama, di hari yang sama, di ruas jalan yang sama, kemudian dia ketilang lagi sama ETLE, dia bisa melakukan konfirmasi bahwa saya sudah ditilang secara manual, sehingga tidak jadi duplikasi,” ungkapnya.

Sambodo menyampaikan, sebanyak 140 anggota dikerahkan khusus untuk mengawasi sistem ganjil genap. “Ya tetap, kita harapkan masyarakat patuh terhadap aturan tersebut. Namun, pengawasan kan tetap terus kita jalankan. Jadi setiap hari kita menugaskan ada anggota untuk melaksanakan pengawasan terhadap ganjil genap,” katanya.

Penindakan aturan ganjil genap di Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Penindakan aturan ganjil genap di Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Sambodo menuturkan, selama sepekan ganjil genap diberlakukan kembali, terjadi penurunan volume kendaraan sebesar 42%. “Angka menunjukkan 42% untuk menurunkan volume lalu lintas, di jam itu ya. Di jam pada saat berlakunya kawasan ganjil genap,” sebutnya.

Sambodo mengingatkan, ada beberapa pintu tol yang langsung masuk kawasan ganjil genap. Sehingga, pengendara diharapkan sudah merencanakan perjalanannya.

“Iya masyarakat juga harus mulai paham sekarang ada beberapa off ramp tol yang begitu keluar tol dia masuk ke daerah ganjil genap. Nah ini juga tentu kita akan melaksanakan pengawasan karena di daerah itu tidak ada kamera ETLE-nya, sehingga masyarakat yang akan menuju ke suatu titik di hari tertentu itu sebaiknya juga mulai merencanakan perjalanan sehingga kemudian dia tidak keluar dari tol,” tandasnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, memberlakukan kembali sistem pembatasan kendaraan ganjil-genap, di 25 ruas jalan di Jakarta, mulai Senin (3/8).

Sistem ganjil genap berlaku bagi kendaraan roda empat --sepeda motor belum-- setiap hari kerja (kecuali Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional), pukul 06.00 - 10.00 WIB dan 16.00 - 21.00 WIB. Pelat ganjil boleh beroperasi pada tanggal ganjil, sebaliknya pelat genap pada tanggal genap.

Pelanggar sistem ganjil-genap dapat dikenakan Pasal 287 ayat (1) Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berbunyi,

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar rambu perintah atau larangan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Angkutan Umum Meningkat

Syafrin Liputo, Kadishub DKI. Sumber:BSTV
Syafrin Liputo, Kadishub DKI. Sumber:BSTV

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, ada peningkatan jumlah penumpang angkutan umum pada masa sosialisasi sistem ganjil genap. Namun, peningkatan itu tidak terlalu signifikan. Syafrin mengatakan, peningkatan jumlah penumpang di angkutan umum berkisar pada angka 0,64 sampai 6,25%.

Hal ini berdasarkan evaluasi atas kinerja lalu lintas dan angkutan umum dalam masa sosialisasi pemberlakuan kembali kebijakan ganjil genap periode 3 Agustus sampai 7 Agustus 2020 di 25 ruas jalan di Jakarta.

“Jumlah penumpang angkutan umum baik itu Transjakarta, MRT, LRT, KRL, dan kereta api bandara,” ujar Syafrin dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (11/8).

Selain jumlah penumpang, kata Syafrin, pihaknya juga mengevaluasi kinerja lalu lintas. Menurut dia, terdapat dua hal yang dicermati dalam evaluasi kinerja lalu lintas ini. Pertama, volume lalu lintas mengalami penurunan antara 2,47% hingga 4,63%.

“Kedua, kecepatan lalu lintas mengalami peningkatan antara 1,36% hingga 16,36%,” jelas Syafrin.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum bisa mengevaluasi secara komprehensif atas penerapan sistem ganjil genap yang sudah berjalan selama satu minggu. Pasalnya, waktu satu pekan ini merupakan waktu sosialisasi penerapan ganjil genap kepada masyarakat Jakarta atau yang beraktivitas di Jakarta.

“Selama seminggu kemarin tentu ini belum bisa dijadikan patokan. Kenapa? Karena seminggu itu kan sedang sosialisasi. Teman-teman kepolisian belum melakukan tindakan tilang. Jadi, kalaupun melakukan evaluasi, tentu itu bukan ideal,” ujarnya.

Karena itu, kata Syafrin, pihaknya belum bisa mengukur efektivitas penerapan sistem ganjil genap selama seminggu.

Menurut dia, efektivitas sistem ganjil genap ini bisa diukur dalam seminggu mendatang karena penegakan hukum sudah dilakukan oleh pihak kepolisian.

Tak heran, kata Syafrin, dalam seminggu penerapan sistem ganjil genap ini, belum ada perubahaan siginifikan terhadap volume lalu lintas dan jumlah penumpang pada transportasi umum. Masyarakat, umumnya masih menggunakan kendaraan pribadi untuk beraktivitas. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN