Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Sumber: BSTV

Menkes Budi Gunadi Sadikin. Sumber: BSTV

Lansia Bukan Prioritas Penerima Vaksinasi Covid-19

Jumat, 15 Januari 2021 | 06:42 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kelompok masya rakat lanjut usia (lansia) bukan prioritas penerima vaksin Covid-19.

“Di Indonesia lansia kita jadikan prioritas 2b karena vaksin yang ada sekarang yaitu Sinovac baru uji klinis pada usia 59 tahun,” kata Menkes pada rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, belum lama ini.

Lansia ditempatkan pada pri o ritas ketiga setelah petugas publik, alasannya karena vaksin Sinovac yang saat ini ter sedia di Indonesia dan telah mendapatkan izin penggunaan dalam kondisi darurat atau emergency use authorization (EUA) dari BPOM pada Senin (11/1) uji klinisnya baru dilakukan pada usia 18-59 tahun.

“Kami berharap vaksin Pfizer dan Astra Zeneca yang datang di bulan April adalah vaksin yang uji klinisnya digunakan untuk usia di atas 59 tahun,” kata Menkes.

Pelaksanaan vaksinasi di Indonesia dimulai Rabu (13/1) dan targetnya berlangsung selama 12 bulan ke depan. Vaksinasi perdana dilakukan di seluruh Indonesia, dan selanjutnya dilakukan secara bertahap.

Pada tahap pertama dengan waktu pelaksanaan Januari-Februari, sebanyak 1,48 juta tenaga kesehatan (nakes) disuntik. Tahap kedua sebanyak 17,4 juta petugas publik, dan selanjutnya 21,5 juta lanjut usia (lansia).

Waktu pelaksanaannya untuk kelompok ini pada bulan Maret dan April. Menkes mengatakan, sama dengan negara lain di dunia, tenaga kesehatan adalah kelompok prioritas pertama yang di vaksinasi. Sebab, setiap hari mereka menangani pasien Covid- 19, dan lebih berisiko tinggi terinfeksi.

Tetapi berbeda dengan banyak negara, di Indonesia tenaga publik ditempatkan sebagai prioritas kedua sebelum lansia.

Diharapkan setelah datang vaksin dari Pfizer dan Astra Zeneca tersebut, pelaksanaan vaksinasi untuk petugas public dan lansia dilakukan di bulan Maret dan April.

Menkes juga mengatakan, petugas publik adalah orang-orang yang dalam tugasnya sehari- hari bertemu banyak orang, dan berisiko tinggi terpapar Covid-19. Banyak negara mendahulukan lansia sebelum petugas publik. Alasannya sama, kelompok ini juga berisiko tinggi tertular. Lansia yang tertular Covid-19 lebih mudah menjadi parah dan bahkan meninggal, sehingga di banyak negara mereka lebih dulu divaksin sebelum petugas publik.

“Jadi ini bukan alasan politik, ekonomi atau sosial, tetapi lebih kepada alasan kemanusiaan,” kata Menkes.

Vaksinasi tahap dua ini diharapkan selesai pada akhir April, sehingga bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan menjangkau kelompok sasaran lainnya. Pemerintah menargetkan sebanyak 181,5 juta sasaran mendapatkan vaksin Covid-19. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN