Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ahmad Riza Patria. Sumber; BSTV

Ahmad Riza Patria. Sumber; BSTV

Libur Panjang, Wagub DKI Sarankan Warga Tidak ke Luar Kota

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 09:02 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang akrab disapa Ariza meminta agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar kota saat libur panjang pada 28 hingga 30 Oktober 2020 mendatang.

Wagub mengingatkan tempat terbaik adalah di rumah dan tak bepergian ke luar kota. Dengan begitu, penularan virus corona bisa diminimalisir.

“Memang banyak masyarakat kita ke luar kota di masa liburan panjang. Kita minta warga Jakarta sedapat mungkin kalau bisa diurungkan niat libur panjangnya, cukup liburan di rumah bersama keluarga, berkumpul sama keluarga jauh lebih baik,” ujar Ariza, di Jakarta, Jumat (23/10).

Diketahui, pemerintah menetapkan 28 Oktober dan 30 Oktober sebagai hari cuti bersama. Dengan begitu masyarakat dapat menikmati libur panjang hari Rabu (28/10) hingga Minggu (1/11).

Wagub DKI Ahmad Riza Patria. Foto: IST
Wagub DKI Ahmad Riza Patria. Foto: IST

Aturan tentang cuti bersama itu tercantum dalam Keputusan Presiden nomor 17 tahun 2020 tentang cuti bersama pegawai Aparatur Sipil Negara. Pemprov DKI, kata dia, tengah menyusun langkah antisipasi munculnya klaster Covid-19 akibat libur panjang. Rapat antisipasi lonjakan itu telah digelar oleh Pemprov DKI Jakarta bersama pemerintah pusat.

Ariza mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi terus dengan pemerintah daerah dan pusat terkait potensi penyebaran virus corona selama libur panjang.

Hal itu, untuk menghindari jangan sampai sekarang yang sudah terjadi perlambatan terjadi peningkatan lagi warga yang terkena Covid-19.

“Daripada peningkatan mulai ada penurunan, jangan sampai terjadi peningkatan lagi akibat banyaknya warga kita keluar kota,” katanya.

Terkait dengan antisipasi, jelas Ariza, petugas Dinkes telah melakukan kampanye, sosialisasi, dan mengimbau warga Jakarta tak keluar kota. “Tentu kami tidak bisa memaksa (karena) itu wewenang hak setiap warga. Namun demikian kami mohon dengan sangat agar dapat dipertimbangkan secara matang untuk libur yang ini lebih baik dimanfaatkan untuk kumpul di lingkungan keluarga masing-masing atau digunakan untuk kepentingan lainnya untuk menghindari ke luar kota,” katanya.

Mendagri Tito Karnavian. Foto: IST
Mendagri Tito Karnavian. Foto: IST

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau masyarakat di zona merah Covid-19 tetap di rumah bersama keluarga.

Bagi warga di zona merah, kalau memang bisa tidak pulang kampung, tidak berlibur, lebih baik mengisi waktu di tempat masing-masing. Warga di zona merah dapat menghabiskan waktu cuti bersama atau libur panjang di rumah bersama keluarga dengan membereskan rumah atau menikmati libur di tempatnya masing-masing.

Dia mengatakan di masa normal sebelum pandemi, masyarakat Indonesia biasanya menghabiskan libur panjang dengan melakukan perjalanan entah itu pulang kampung, kumpul bersama keluarga atau berekreasi.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, saat libur panjang terjadi mobilitas tinggi masyarakat bergerak dari satu tempat ke tempat lain sehingga bisa menyebabkan media penularan Covid-19.

Belum Ada Lonjakan Kasus

Ariza mengemukakan belum ada indikasi lonjakan kasus Covid-19 akibat unjuk rasa atau demonstrasi di Ibu Kota dalam beberapa hari terakhir.

“Alhamdulilah sampai hari ini belum ada tanda-tanda peningkatan, justru yang terjadi kecenderungannya menurun,” ujarnya.

Meski ada peningkatan kasus, namun hal tersebut lebih kepada pelonggaran melalui PSBB Transisi. Sejak akhir September grafik penambahan kasus mendatar, konsisten dan cenderung turun, bahkan tingkat kesembuhan bisa mencapai 84,2%.

Dia menambahkan tren baik atas perkembangan Covid-19 di Jakarta terlihat dari jumlah kasus aktif saat ini. Kasus aktif merupakan pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan atau isolasi.

“Seiring itu, kami juga bersyukur angka di nasional kasus aktif atau kasus positif aktif juga menurun. Mudah-mudahan dengan demikian Jakarta dan daerah lainnya terus menurun,” katanya.

Meski belum ada indikasi lonjakan kasus, Ariza mengingatkan warga yang berkegiatan di Jakarta tetap mengetatkan pencegahan penularan Covid-19 dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Wiku Adisasmita, Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19. Sumber: BSTV
Wiku Adisasmita, Jubir Satgas Penanganan Covid-19. Sumber: BSTV

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Covid- 19 Wiku Adisasmito menyebutkan, dampak demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja yang terjadi di berbagai kota akan terlihat dalam dua hingga empat minggu ke depan. Sejauh ini sudah ditemukan pendemo yang positif Covid-19.

“Namun demikian, gambaran secara utuhnya apakah demo ini dapat menimbulkan klaster, maka bisa dilihat dalam jangka waktu biasanya 2-4 minggu setelah kejadian tersebut,” kata Wiku .

Dia mengatakan, kasus positif Covid- 19 di Indonesia saat ini sudah cukup tinggi. Untuk itu, Wiku mengimbau masyarakat tak membuat aktivitas yang dapat memicu kerumunan seperti demonstrasi.

Diketahui, Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.369 dalam data yang dikumpulkan selama 24 jam terakhir sampai Jumat (23/10) siang. Dengan penambahan ini maka total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 381.910. Jumlah tersebut berdasarkan pemeriksaan spesimen sebanyak 42.287.

Sedangkan kasus sembuh bertambah 4.094 sehingga total menjadi 305.100. Untuk kasus meninggal bertambah 118 menjadi 13.077.

Terdapat kasus suspect 161.763. Sebanyak 501 kabupaten/kota dari 34 provinsi sudah terdampak Covid-19. Pulau Jawa masih mendominasi sebaran kasus baru Covid-19 di Indonesia.

Empat provinsi terbanyak penyumbang kasus baru ada di DKI Jakarta (952 kasus), Jawa Tengah (571), Jawa Barat (504) dan Jawa Timur (295). Selain itu lima provinsi lain melaporkan kasus baru di atas 100 yakni Riau (276), Sumatera Barat (257), Kalimantan Timur (223), Banten (145), dan Kepulauan Riau (114). (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN