Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Lippo Group Dukung Pemulihan Perekonomian di Palu

Selasa, 9 Oktober 2018 | 08:16 WIB

PALU - Lippo Group mendukung penuh program pemerintah yang mengimbau para warga dan pelaku bisnis untuk dapat kembali menjalankan aktivitas. Hal ini akan mendorong perekonomian di kota Palu yang sempat lumpuh dapat segera pulih dan berjalan normal.

Lippo Group mengerahkan semua unit bisnisnya yang ada untuk segera kembali beroperasi, antara lain OVO, Grab, dan terutama unit bisnis ritel Matahari di Palu Grand Mall yang dibuka kembali 7 Oktober dan Hypermart pada tahap berikutnya 14 Oktober .

“Lippo Group mendukung sepenuhnya kebijakan Pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi serta aktivitas masyarakat kota Palu dan sekitarnya pasca bencana besar yang dialami,” kata Presiden Lippo Group, Theo L. Sambuaga, Senin (8/10).

Lippo Group secara aktif melakukan langkah-langkah konkrit dengan membuka kembali gerai retail Matahari di kota Palu pada tanggal 7 Oktober 2018, dan segera disusul Hypermart pada minggu berikutnya di bulan yang sama agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan akan barang-barang ritel dan kebutuhan pokok sehari hari.

Sementara itu, sebelas hari pascagempa dan tsunami menerjang, aktivitas pemerintahan di wilayah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Pemerintah Kota Palu berangsur normal. Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di berbagai instansi pemerintahan terlihat mulai masuk kantor lagi pada Senin (8/10).

Sekda Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Hidayat mengatakan, semua kegiatan pemerintahan di wilayah Sulteng telah dimulai sesuai dengan instruksi Presiden, Mendagri, dan Gubernur.

“Meskipun demikian karena masih banyak persoalan-persoalan yang dihadapi pascagempa dan tsunami maka kehadiran ASN hari ini baru sekitar 30-40%,” kata Hidayat di kantor Gubernur Sulteng, Palu, Senin (8/10).

Dari jumlah PNS di Sulteng, sebagian berada di kabupaten/ kota yang terdampak gempa, yakni di Kota Palu terdapat Palu 6.849 orang PNS, di Kabupaten Donggala 5.793 PNS, di Kabupaten Sigi 6.266 orang, dan di Kabupaten Parigi Moutong 6.667 orang.

Namun, belum ada data resmi berapa jumlah PNS yang menjadi korban gempa. “Contoh info dari Disnaker tadi dari 216 jumlah pegawainya 90 orang yang hadir berarti kan hampir 40 persen kehadiran,” tambahnya.

Kehadiran mereka untuk masuk kerja di hari pertama sejak gempa ini berdasarkan instruksi Gubernur Sulteng Longki Djanggola. Seluruh PNS di lingkungan Pemprov Sulteng diminta kembali hadir dan aktif bekerja mulai Senin (8/10).

Dalam surat instruksi tanpa nomor yang ditandatangani Gubernur tertanggal 5 Oktober 2018, Gubernur menginstruksikan PNS hadir dan aktif bekerja seperti biasa melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing. Gubernur juga menginstruksikan kepada seluruh kepala perangkat daerah lingkup Provinsi Sulteng dan pejabat structural lainnya, wajib memantau kehadiran PNS.

“Mereka diminta mengoordinasikan langsung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing serta melaporkan semua perkembangan kepada pimpinan secara berjenjang, sesuai kewenangan,” kata Hidayat. (bersambung)

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/asn-perlu-dibekali-pengetahuan-manajemen-krisis/181291

BAGIKAN