Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Varian Omicron. Foto: Istimewa

Varian Omicron. Foto: Istimewa

Luhut: Omicron Alarm Masuknya Varian Baru

Minggu, 16 Januari 2022 | 19:15 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, penyebaran Covid-19 varian Omicron merupakan alarm bagi seluruh elemen bangsa untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Saya mohon supaya kita semua satu. Ini adalah alarm bagi kita semuanya untuk mulai kembali awas memasuki varian baru Covid-19,” kata Luhut saat memberikan keterangan pers secara daring usai rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju, pada Minggu (16/1/2022).

Rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas tentang evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Luhut mengatakan, kebersamaan sangat diperlukan sehingga masyarakat tidak mempersoalkan lagi hal-hal tidak perlu dipersoalkan.

“Jangan mempersoalkan hal-hal yang tidak perlu dipersoalkan. Saya titip ini. Kemarin (Sabtu, 15 Januari 2022), kami mengundang ada 12 pakar kesehatan berbagai bidang ilmu untuk membaca data yang ada sehingga apa yang kita buat keputusan saat ini juga berangkat dari masukan bapak-bapak dan ibu-ibu profesor dalam bidang ilmu ini dan Menteri Kesehatan beserta jajarannya,” kata Luhut.

Menurut Luhut, pemerintah menyadari bahwa cepat atau lambat akan terjadi peningkatan kasus, seperti yang terjadi pada Sabtu (15/1/2022) di mana telah menyentuh angka 1.054 kasus per hari.

Terakhir kita mencapai angka tersebut pada 19 Oktober 2021. Tapi pada hari ini, Minggu (16/1/2022) jumlahnya menurun kembali di bawah 1.000 kasus, yaitu 800 sekian kasus.

“Dari data tersebut kasus transmisi lokal sudah lebih tinggi dari kasus transmisi yang disebabkan para pelaku perjalanan luar negeri,” katanya.

Disebutkan bahwa kasus didominasi oleh wilayah Jawa-Bali, terutama Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya. Dan, kasus peningkatan di wilayah Jawa - Bali juga terlihat dari Provinsi Jawa Barat dan Banten karena  masih termasuk dalam aglomerasi Jabodebek. Di sisi lain, lanjutnya,  pada hari Minggu (16/1/2022)  kasus kematian masih terus terjaga meskipun terjadi peningkatan kasus cukup signifikan.

“Namun,  sampai saat ini belum ada angka kematian akibat Omicron. Berkaca dari negara lain, gelombang Omicron dapat meningkat cepat. Kami kembali memprediksi bahwa peningkatan kasus berpotensi akan naik lebih tinggi di DKI Jakarta jika kita semua tidak hati-hati.  Jadi, kita semua bertanggung jawab untuk kita,” kata Luhut.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN