Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Polhukam Mahfud MD. Sumber: BSTV

Menko Polhukam Mahfud MD. Sumber: BSTV

Mahfud Minta Rizieq Shihab Kooperatif untuk Keperluan Tracing

Senin, 30 November 2020 | 05:19 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menko Polhukam Mahfud MD meminta agar pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kooperatif dalam rangka penegakan hukum untuk keperluan tracing. Hal tersebut bertujuan untuk keselamatan masyarakat dan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Sebab itu maka dimohonkan kepada saudara Muhammad Rizieq Syihab untuk koperatif dalam rangka penegakan hukum. Kalau merasa diri sehat tentunya tidak keberatan untuk memenuhi panggilan aparat hukum memberikan keterangan keterangan hukum yang diberikan demi keselamatan bersama,” katanya saat konferensi pers melalui akun Youtube BNPB, Minggu (29/11).

Dia menjelaskan, walaupun Rizieq merasa sehat tetap harus kooperatif. Sebab bisa saja Rizieq tertular dari orang lain.

“Bisa saja karena beliau adalah tokoh menjadi kerumunan bisa saja beliau terancam ditulari oleh orang lain karena  berkaitan dengan orang-orang banyak yang secara teknik kesehatan sangat membahayakan,” jelasnya.

Mahfud mengingatkan bahwa pemerintah bisa memproses hukum pihak-pihak yang terlibat dalam penolakan ‘tracing’ pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Mahfud mengatakan, siapapun yang menghalang-halangi petugas untuk melakukan upaya menyelamatkan masyarakat, dimana petugas itu melakukan tugas pemerintahan bisa diancam dengan pasal 212 dan 216 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Maka siapapun dia bisa diancam juga dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 212 dan 216. Jadi ada perangkat hukum di sini buat bisa diambil oleh pemerintah,” kata Mahfud .

Mahfud mengatakan memang benar bahwa catatan kesehatan pasien berhak dilindungi aspek kerahasiaannya berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Tetapi, di sini berlaku dalillex specialis derogat legi generalis bahwa kalau ada hukum khusus, maka ketentuan yang umum seperti itu bisa disimpangi atau tidak harus diberlakukan” kata Mahfud.

Dalam kasus Rizieq tersebut, berlaku hukum khusus yaitu Undang- Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular yang menyebutkan bahwa catatan kesehatan seseorang bisa dibuka dengan alasan-alasan tertentu.

Pada kesempatan itu, Mahfud menyatakan MER-C tidak mempunyai laboratorium dan kewenangan untuk melakukan tes usap (swab test) Covid-19. Hal ini disampaikan Mahfud menanggapi kabar yang menyebut pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab menjalani tes usap mandiri oleh Mer-C saat dirawat di Rumah Sakit Ummi, Bogor.

Pimpinan Forum Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao
Pimpinan Forum Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao

“MER-C itu tidak memiliki laboratorium dan tidak terdaftar dalam jaringan yang memiliki kewenangan untuk melakukan tes,” kata Mahfud.

Mahfud menyatakan, pihak RS Ummi dan MER-C akan dimintai keterangan oleh penegak hukum. Hal ini lantaran terdapat menghalangi petugas untuk untuk melakukan upaya penyelamatan masyarakat sebagaimana diatur dalam Pasal 212 dan 216 KUHP. Namun RS UMMI dan MER-C belum tentu bersalah.

“Itu mungkin hanya perlu datadata teknis, tidak mesti kalau dimintai keterangan itu sudah dinyatakan bersalah. Mungkin hanya dimintai keterangan jam berapa (Rizieq) datang apa yang diperlihatkan? Bagaimana siapa saja yang masuk (kamar Rizieq) dan sebagainya,” katanya.

Ketua Satgas Covid 19 Letnan Jenderal Doni Monardo
Ketua Satgas Covid 19 Letnan Jenderal Doni Monardo

Sementara itu, Ketua Satgas penanganan Covid-19 Doni Monardo secara tegas meminta kepada pimpinan FPI Rizieq Shihab untuk kooperatif dalam upaya membantu penanganan Covid-19. Hal ini dikatakan Doni menanggapi kekisruhan soal penanganan Rizieq Shihab yang sempat menjalani perawatan di RS Ummi.

“Kami meminta Rizieq sebagaitokoh masyarakat untuk kooperatif dan memberikan teladan dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19. Pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi siapapun yang melanggar ketentuan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat,” ujar Doni Monardo dalam siaran pers, Minggu (29/11).

Lebih lanjut Doni mengatakan dirinya telah menerima laporan dari Wali Kota Bogor Bima Arya terkait dengan kekisruhan soal penanganan perawatan Rizieq Syihab di RS Ummi di Bogor. Perawatan Rizieq Shihab sempat menimbulkan polemik setelah Imam Besar Front Pembela Islam itu menolak menjalani tes usap Covid-19. Alasannya, Rizieq telah menjalani tes mandiri. Namun Rizieq enggan menginformasikan ke Satgas Covid-19 Kota Bogor mengenai hasil swab yang kabarnya dilakukan Mer-C.

Terpapar Covid-19

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj

Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj dinyatakan positif Covid-19. Kabar ini disampaikan M Sofwan Erce, Sekretaris Pribadi Said Agil lewat Youtube. Dikatakan Sofwan, Said Agil dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR yang diterima pada hari Sabtu (28/11) malam pukul 19.30.

“Berdasarkan arahan beliau kami diminta untuk menyampaikan kabar ini dengan harapan dan mohon doa untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah beliau saat ini dalam kondisi yang baik dan sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta,” ujar M Sofwan.

Dikatakan Sofwan seperti yang disampaikan Said Agil, Covid-19 bukanlah aib, bukanlah hal yang buruk dan bisa menimpa siapa saja, dari latar belakang apa saja.

“Mari kita jaga pesan beliau bagi warga NU khususnya tetap patuhi protokol kesehatan, pakai masker dan jaga jarak. Dengan ini kita bisa terhindar dan mampu mengatasi dan melewati Covid-19 dengan baik,” katanya.

Diketahui, Kasus harian Covid-19 di Indonesia pada Minggu (29/11), kembali menorehkan rekor yakni 6.267. Jumlah kasus harian tersebut memecahkan rekor sebelumnya yakni sebanyak 5.828 yakni pada Jumat, (27/11) November 2020.

Sedangkan kasus sembuh bertambah 3.810 sehingga total menjadi 445.793. Kasus meninggal bertambah 169, total menjadi 16.815.

Terdapat kasus suspect 70.792. Sebanyak 505 kabupaten/kota dari 34 provinsi sudah terdampak Covid-19. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN