Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga padati CFD pertama di masa PSBB transisi . Foto: SP/Joanito De Saojoao

Warga padati CFD pertama di masa PSBB transisi . Foto: SP/Joanito De Saojoao

Masyarakat Belum Jaga Jarak di Car Free Day

Selasa, 23 Juni 2020 | 05:31 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto menyoroti masih banyaknya masyarakat yang lupa dengan protokol kesehatan menjaga jarak atau physical distancing sebagai upaya pecegahan Covid-19.

Salah satunya adalah dalam pelaksanaan car free day (CFD) di Jakarta, Minggu (21/6).

Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, Minggu sore (21/6/2020). Sumber: BSTV
Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, Minggu sore (21/6/2020). Sumber: BSTV

Yurianto meminta, pelaksanaan CFD di tengah pandemi Covid-19 agar menjadi evaluasi bersama.

“Hari ini kami melakukan pemantauan di beberapa tempat seperti pelaksanaan car free day di Jakarta. Masih kita lihat beberapa masyarakat lupa, bahwa physical distancing penting. Kami mohon untuk menjadi evaluasi kita bersama,” kata dia dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Minggu (21/6).

Warga padati CFD pertama di masa PSBB transisi . Foto: SP/Joanito De Saojoao
Warga padati CFD pertama di masa PSBB transisi . Foto: SP/Joanito De Saojoao

Menurut Yurianto, menjaga jarak adalah sesuatu yang mutlak harus dilaksanakan, termasuk protokol kesehatan yang lain seperti memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Selain pelaksanaan CFD di Jakarta, Yurianto juga mengungkapkan, protokol kesehatan menjaga jarak juga masih belum tertib dilakukan masyarakat, seperti yang terpantau di sejumlah bandara khususnya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

“Beberapa bandara yang akan melaksanakan penerbangan pada Minggu ini, terutama yang mengarah ke pulau Jawa, kami lakukan pemantauan di Batam dan di beberapa tempat yang lain, juga demikian. Kita masih melihat, banyak masyarakat yang belum tertib untuk menjaga physical distancing,” ungkap Yurianto.

Warga padati CFD pertama di masa PSBB transisi . Foto: SP/Joanito De Saojoao
Warga padati CFD pertama di masa PSBB transisi . Foto: SP/Joanito De Saojoao

Yurianto menambahkan, meski masyarakat telah tertib menggunakan masker, akan tetapi menjaga jarak merupakan rutinitas yang penting dan perlu dilaksanakan, terutama ketika berada di ruang publik.

Yurianto mengatakan, penerapan protokol kesehatan harus dilakukan secara bersama-sama, tidak bisa hanya setengah-setengah atau hanya sepotong- sepotong. Upaya untuk memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 memerlukan gotong- royong.

“Inilah yang harus menjadi perhatian kita bersama, karena kita tidak mungkin secara parsial, secara sepotong-sepotong, melakukan pendekatan untuk pengendalian penyakit ini. Ini harus dibutuhkan kerja bersama, terus menerus, tidak terhenti. Semangat kita, gotong royong, menjadi penting untuk saling melindungi, saling menjaga, agar penularan ini bisa kita hentikan,” papar Yurianto. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN