Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Prof Wiku Adisasmito. Foto: IST

Prof Wiku Adisasmito. Foto: IST

Masyarakat Zona Merah dan Oranye Diharapkan Tak Bersilaturahmi Fisik

Rabu, 12 Mei 2021 | 17:03 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan,  agar masyarakat dapat berlebaran secara aman dan nyaman yang berada di zona merah dan oranye, maka  ada  beberapa imbauan yang  sifatnya cukup ketat  mengingat risiko penularan Covid-19  yang cukup tinggi  di daerah yang masuk zonasi tersebut.

Pertama, terkait dengan Salat Id, bagi masyarakat yang berada di zona tersebut  dapat  memilih salat Idulfitri di rumah  secara  berjamaah. Tujuannya untuk menghindari terciptanya kerumunan yang berpotensi menjadi area penularan Covid-19.

“Perlindungan kepada diri sendiri dan orang lain di masa pandemi ini merupakan salah satu  ibadah juga bagi  kita semua,” kata Wiku  pada konferensi pers yang disiarkan  di kanal Youtube BNPB bertemakan tentang “Promosi Kesehatan Perayaan Hari Raya Idulfitri 1442 H Aman Covid-19” pada Rabu (12/5/2021).

Kedua, terkait dengan silaturahmi, Satgas Covid-19  berharap agar masyarakat di kedua zona tersebut  dapat  mengurungkan niat untuk melakukan  silaturahmi fisik. Silaturahmi, kata Wiku, dapat memanfaatkan teknologi  untuk melakukan silaturahmi virtual  sama  sanak saudara dan kerabat  lainnya.

Ketiga, pemberian bingkisan pada saat Idulfitri  dalam bentuk apapun  dapat dilakukan juga melalui metode  pengiriman paket atau transfer.

“Sejalan dengan kebijakan yang berlaku, maka ada pelarangan operasional untuk fasilitas umum di  zona  merah dan oranye. Satgas mengimbau kepada  kepada daerah  untuk mengkoordinasikan hal ini  dengan  fasilitas umum yang ada di daerah masing-masing,” ucap Wiku.

Wiku mengatakan, meskipun fasilitas umum tutup, ada alternatif lain  yang dapat dilakukan masyarakat selama masa liburan ini seperti berbelanja online atau menghabiskan quality time bersama  keluarga inti yang tinggal serumah.

“Satgas memahami situasi  ini tampak tidak ideal, apalagi mengingat kita  ingin bermaaf-maafan  secara langsung  dengan orang terdekat, namun segala bentuk pencegahan ini merupakan bagian dari usaha  kita untuk mempercepat  penyelesaian Covid-19 di Indonesia. Ingatlah Covid-19  tidak bisa berhenti penularannya tanpa kolaborasi antara pemerintah  dan masyarakat,” ucapnya.

Oleh karena itu, Wiku mengatakan, masyarakat dan pemerintah daerah (Pemda)  yang berada di zona merah dan oranye untuk dapat menegakan prokes kesehatan (prokes)  sebaik mungkin dalam situasi pandemi ini.

“Dalam situasi kurang ideal ini, Satgas Covid-19  juga berharap masing-masing kepala menjadi contoh yang baik  bagi masyarakat  di daerahnya. Jangan sampai ada  kepala daerah yang malah menjadi  batu sandungan karena melanggar protokol kesehatan,” ucapnya.

Wiku menyebutkan, dengan mematuhi prokes, maka kesempatan merayakan Lebaran tahun depan bersama keluarga akan terbuka lebar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN