Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
pancasila.

pancasila.

Mayoritas Rakyat Indonesia Tak Ingin Pancasila dan UUD 1945 Diubah

Minggu, 20 Juni 2021 | 18:51 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id -  Lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengatakan berdasarkan hasil survei terbaru menunjukkan mayoritas warga Indonesia menganggap rumusan Pancasila dan UUD 1945 tidak boleh diubah atas alasan apapun.

Sekitar 68,2% warga setuju dengan pendapat Pancasila dan UUD 1945 adalah rumusan terbaik dan tidak boleh diubah atas alasan apapun bagi Indonesia yang lebih baik. Sementara, hanya 7% warga menganggap rumusan Pancasila dan UUD 1945 perlu diubah agar Indonesia menjadi lebih baik.

Peneliti sekaligus Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando mengatakan temuan ini menunjukkan rakyat Indonesia merasa tidak perlu lagi ada upaya mengamandemen UUD 1945 seperti yang dilakukan MPR di masa-masa awal reformasi.

“Mayoritas rakyat menganggap rumusan Pancasila dan UUD 1945 saat ini sudah yang terbaik,” kata Ade Armando dalam webinar peluncuran hasil survei nasional SMRC bertajuk “Sikap Publik Nasional terhadap Amandemen Presidensialisme dan DPD”, yang dilakukan secara daring, Minggu (20/6/2021).

Dijelaskan Ade lagi, survei ini menunjukkan tingginya komitmen sikap rakyat untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945. Karena selain 68,2% warga yang menganggap Pancasila dan UUD 1945 adalah rumusan terbaik dan tidak boleh diubah, terdapat pula 15,2% warga yang berpendapat walaupun Pancasila dan UUD 1945 buatan manusia dan karena itu mungkin ada kekurangan, sejauh ini keduanya paling pas bagi kehidupan Indonesia yang lebih baik.

Karena itu, menurut Ade, sangat jelas sikap rakyat tentang tidak perlunya ada amandemen kembali UUD 1945. “Hanya 7% warga yang menyatakan bahwa ada isi Pancasila dan UUD 1945 yang perlu diubah untuk membuat Indonesia lebih baik,” tambah Ade. “Itu angka yang kecil,” tegas Ade Armando.

Menurut Ade, pandangan mayoritas warga ini nampaknya terkait dengan penilaian tentang perjalanan bangsa. Survei SMRC menunjukkan 80% warga menilai bahwa bangsa ini sedang berjalan ke arah yang benar.

“Penilaian ini tidak berbeda signifikan sejak 5 tahun lalu,” ujar Ade. “Bahkan perbandingan dalam jangka yang lebih panjang, 21 tahun, penilaian positif ini semakin tinggi,” ungkap Ade Armando.

Mengingat sentimen publik yang positif ini, menurut Ade, bisa dipahami kalau warga menganggap rumusan Pancasila dan UUD 1945 saat ini sudah tidak perlu diutak-atik lagi.

Seperti diketahui, survei nasional SMRC tersebut dilakukan pada 21-28 Mei 2021. Penelitian melalui wawancara tatap muka ini melibatkan 1072 responden yang dipilih melalui metode penarikan sampel random bertingkat (multistage random sampling). Margin of error penelitian sekitar 3.05%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN