Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mbah Ganden di depan alat berat miliknya. Foto: IST

Mbah Ganden di depan alat berat miliknya. Foto: IST

Mbah Ganden, Tolak Sewakan Alat pada Proyek Tambang

Gora Kunjana, Kamis, 27 Februari 2020 | 18:20 WIB

YOGYAKARTA, investor.id - Ada begitu banyak perusahaan atau tempat persewaan alat berat di Yogyakarta yang bisa disewa siapa saja. Entah disewakan untuk perorangan, perusahaan, atau pemerintah. Namun, seorang pria bernama Stefanus Yulianto atau akrab disapa Mbah Ganden punya pertimbangannya sendiri saat membuka jasa persewaan alat berat.

Tak seperti tempat persewaan lainnya di Yogyakarta yang menyewakan alat kepada pemberi proyek bernilai fantastis sepeti tambang misalnya, Mbah Ganden menolak persewaan alat berat khusus digunakan untuk tambang.

“Kalau untuk tambang saya kurang minat. Kalau menyewakan yo nggo bukan tambang tapi proyek-proyek pemerintah sama swasta atau person-person itu pingin bikin sawah diperlebar, pondasi rumah, gorong-gorong. Cuma itu aja. Kalau untuk tambang, kalau saya kurang (minat),” katanya di rumahnya Daerah Pakem, Yogyakarta, Selasa (25/2/2020).

Alat berat milik Mbah Ganden. Foto: IST
Alat berat milik Mbah Ganden. Foto: IST


Pria yang disebut Mbah Ganden ini sudah tiga tahun membuka jasa persewaan alat berat bagi pihak perorangan, swasta, dan juga proyek pemerintah. Proyek-proyek tersebut sebetulnya jika ditelisik dari segi harga peminjam kurang begitu besar, tak seperti jika disewakan pada proyek tambang. Namun tergerak dari nurani, Mbah Ganden pun menolak.

Ia pun memilih usaha yang adem ayem yang tentunya meski penghasilannya tak sebesar jika menyewakan alat pada pengerjaan proyek tambang.

Alat berat milik Mbah Ganden. Foto: IST
Alat berat milik Mbah Ganden. Foto: IST


“Karena saya pinginnya usaha itu adem ayem jadi nggak banyak bersinggungan dengan banyak orang. Saya kerja itu sebagai buruh macul. Mereka minta tolong bantuan saya memacul sawah mereka ya saya paculkan,” kata Mbah Ganden.

Mulanya ia menyewakan alat untuk event yang sudah bergerak sekitar 25 tahun, usahanya pun merambah hingga persewaan alat berat untuk proyek. Hingga kini ia menyediakan alat seperti lima armada berat ukuran 78, caterpillar 305, hingga alat proyek lainnya khusus untuk disewa perorangan, swasta, dan juga pemerintah.

Alat berat milik Mbah Ganden. Foto: IST
Alat berat milik Mbah Ganden. Foto: IST


Usahanya kini terbilang lancar. Ada begitu banyak proyek dan rata-rata di area Yogyakarta dan Klaten sudah menggunakan jasa persewaan alatnya. Yang paling banyak menyewa kebanyakan adalah proyek pemerintah mulai dari pembangunan gorong-gorong, talud, dan lainnya.

“Itu proyek di DIY dan Klaten itu sering menggunakan kita,” tandasnya.

Ada dua paket persewaan yang ditawarkan. Diantaranya peminjaman kosongan dan all in one.

“Ada dua versi. Versi pertama peminjaman itu kosongan, versi kedua itu all in itu include solar sama operator,” ujarnya.

Dari bisnisnya saat ini omzet yang ia dapatkan per bulan rata-rata jika dikelola secara full time, ia bisa memperoleh sebesar Rp 25 juta. Menurutnya dari menyewakan kepada perorangan, swasta, dan pemerintah sudah lebih dari cukup. Biasanya orang-orang menyewa alatnya dari mulut ke mulut, dari rekomendasi teman, dan juga ada yang langsung menghubungi ke kontak prbadinya.

"(Untuk pemesanan) ada dari mulut ke mulut, teman, kemudian menghubungi nomor telepon saya," pungkasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN