Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Karjono. Foto: bpip.go.id

Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Karjono. Foto: bpip.go.id

Medsos Jadi Media Memajukan Peradaban dan Jaga Moralitas Bangsa

Sabtu, 27 Februari 2021 | 12:35 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Karjono berharap para pengguna media sosial (medsos) memanfaatkan medsos sebagai wahana untuk mendorong terwujudnya kemajuan peradaban dan  menjaga moralitas bangsa.

“Pada era milenial dan digital saat ini,  ketika informasi tidak ada batasan ruang dan waktu, media sosial menjadi wahana untuk memajukan peradaban dan menjaga moralitas bangsa," kata Karjono saat membuka Webinar bertajuk “Gotong Royong Pembumian Pancasila Melalui Media," pada Sabtu (27/2/2021).

Acara yang diselenggarakan Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP dihadiri sekitar 130 peserta.

Dikatakan, pengguna medsos sebaiknya menggunakan hati nurani dan bijak dalam menggunakan medsos sehingga dapat menekan beredarnya berita-berita hoaks.

“Mari kita menggunakan hati nurani dalam menggunakan media sosial, yaitu  sopan santun dan bijak dalam menggunakannya," kata Karjono.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Henri Subiakto mengatakan,  setiap pengguna harus bertanggung jawab, mendukung, dan menghormati  UU ITE dan Pers sehingga  media sosial menjadi ruang yang nyaman bagi semua orang.

“Kemerdekaan dan kebebasan pers dijamin di negara ini. Tapi bebas bukan berarti sesuka hati  melakukan apa saja. Tidak, bebas harus berdasarkan norma-norma, tidak membalikkan fakta, dan lainnya,” kata  Henri.

Selain itu, lanjutnya, pengguna medsos di Indonesia juga wajib menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan, yang merupakan anugerah yang harus dijaga.

“Pancasila dan ke-bhinneka-an yang sangat luar biasa. Para founding fathers  disatukan oleh semangat yang sama, yaitu membangun bangsa  dengan ideologi Pancasila," jelas Henri.

Menurut Henri,  Indonesia merupakan wilayah yang menjadi rebutan dan banyak pihak yang berupaya  menancapkan ideologi baru yang tidak sesuai dengan pandangan hidup bangsa  Indonesia. “Kita harus  menjaga dan merawat bangsa ini.  Jangan sampai tertipu oleh kebenaran semu yang ditawarkan banyak orang,” ujarnya.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP  Antonius Benny Susetyo menyatakan,  saat ini  banyak orang yang ingin menunjukkan eksistensinya di media dengan menggunakan  ‘topeng.’  

“Banyak  yang anonim karena  menggunakan topeng. Mereka   memainkan  banyak peran karena ingin menunjukkan eksistensinya," jelas Benny.

Selain itu, lanjut Benny, pengguna medsos juga harus berhati-hati karena  persoalan SARA kerap dijadikan sebagai magnet  untuk mengoyak  keutuhan bangsa.

“Media sosial harus mampu mewujudkan perannya dalam memajukan peradaban,  bukan penghancur keadaban serta menjaga moralitas publik," kata Benny.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN