Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menag Yaqut Cholil Qoumas.  Sumber: BSTV

Menag Yaqut Cholil Qoumas. Sumber: BSTV

Menag: Pemerintah Fokus Persiapan Haji Tahun 2022

Minggu, 13 Juni 2021 | 14:40 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, pemerintah akan fokus pada persiapan penyelenggaraan haji tahun 2022, menyusul keputusan tidak memberangkatkan jamaah haji pada tahun 2021 atau 1442 Hijriah karena masalah kesehatan dan keselamatan jamaah di masa pandemi.

“Kita sekarang akan fokus pada persiapan penyelenggaraan haji 1443 Hijriah. Pemerintah secara aktif dan lebih dini melakukan komunikasi dengan Pemerintah Saudi untuk mempersiapkan pelaksanaan haji jika tahun 2022 ibadah haji dibuka kembali,” ujar Menag, di Jakarta seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet, Minggu (13/6/2021).

Menag mengatakan, terkait penyelenggaraan ibadah haji 1442 H, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi  telah mengumumkan bahwa skema haji 1442 H hanya untuk warga negara Arab Saudi dan warga asing (ekspatriat) yang saat ini bermukim  di sana dengan jumlah kuota  60 ribu,  jauh lebih banyak dibanding tahun lalu.

“Pemerintah Saudi mengumumkan haji hanya dibuka untuk domestik dan ekspatriat saja. Dengan menimbang keselamatan dan keamanan jemaah dari ancaman Covid-19 yang belum reda. Sebagaimana Pemerintah RI, keselamatan dan keamanan jemaah, selalu menjadi pertimbangan utama,” ujar Menag.

Ia  mengapresiasi keputusan pemerintah Kerajaan Saudi Arabia yang akhirnya menyampaikan keputusan resmi terkait penyelenggaraan haji 1442  H. Keputusan ini menjadi pedoman yang jelas bagi umat muslim seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia, dalam konteks penyelenggaraan haji 1442 H.

“Keputusan ini menunjukkan Saudi menomorsatukan aspek keselamatan dan kesehatan jiwa jemaah. Dengan pembatasan ini, maka protokol kesehatan akan tetap bisa berjalan dengan baik sekaligus mengantisipasi potensi penularan wabah dengan jumlah yang masif,” ujarnya.

Lebih lanjut Menag mengatakan, keputusan ini juga mengakhiri polemik atau munculnya informasi hoaks selepas pengumuman pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia pada 3 Juni lalu.

“Keputusan Saudi senapas dengan semangat Indonesia yang ingin menjaga keselamatan jemaah. Diharapkan masyarakat untuk patuh menjaga protokol kesehatan agar Covid-19 segera tertangani sehingga jika tahun depan haji bisa dilaksanakan lagi kita sudah siap,” ujarnya.

Menag  mengajak semuanya untuk berdoa agar pandemi semua berlalu dan ibadah haji tahun mendatang dapat berjalan lebih baik.

“Mari sama-sama berdoa semoga pandemi segera berlalu. Ibadah haji tahun depan bisa berjalan dengan normal dan tenang kembali. Innallaha ma’ana,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN