Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim saat melakukan kunjungan ke Sanggar Seni Nani Bili, Sorong, Papua Barat, Jumat (12/02/2021).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim saat melakukan kunjungan ke Sanggar Seni Nani Bili, Sorong, Papua Barat, Jumat (12/02/2021).

Mendikbud Berkomitmen Memajukan Adat dan Budaya Papua Barat

Minggu, 14 Februari 2021 | 12:08 WIB
Natasia Christy Wahyuni

SORONG, investor.id– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam kunjungan kerjanya ke Sorong, Papua Barat, melakukan diskusi dengan warga sekolah serta para pelaku seni dan budaya di Sanggar Seni Nani Bili. Mendikbud menyatakan berkomitmen untuk memajukan kebudayaan Papua Barat sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia yang majemuk.

“Ini prioritas Kemdikbud, bahwa selain pelestarian, inovasi juga sangat penting. Sehingga budaya kita bisa dinikmati oleh generasi berikutnya,” kata Nadiem dalam kunjungan, Jumat (12/2/2021), dan disampaikan lewat siaran pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Minggu (14/2/2021).

Sanggar Seni Nani Bili merupakan komunitas para pecinta seni dari berbagai suku di Tanah Moi atau Kota Sorong yang saat ini memiliki 276 anggota. Mendikbud berkunjung dan berdiskusi dengan masyarakat adat Moi Kelim di Kampung Malaumkarta dan meninjau cagar budaya Kubu Pertahanan Jepang di Pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan.⁣

Nadiem menyatakan kemajemukan adat dan budaya adalah kekayaan terbesar bangsa Indonesia. Di kampung Malaumkarta, dia juga mendorong pelestarian bahasa sebagai bagian dari perlindungan adat dan budaya melalui pelajaran bahasa adat di satuan pendidikan. Menurutnya, tanpa bahasa daerah yang sarat makna dan kearifan lokal, maka kebudayaan sulit berkembang.

“Ruang kearifan lokal dalam sistem pendidikan kita sudah seharusnya dikembangkan,” ujar mendikbud.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Nadiem juga menyampaikan Kemdikbud mengubah paradigmanya dalam pembuatan kebijakan dan program terkait kebudayaan.

“Kami memikirkan bagaimana kita dapat melakukan investasi terhadap ekosistem kebudayaan agar berdampak positif bagi perekonomian penggiat seni dan masyarakat. Tidak terkecuali masyarakat adat,” kata Nadiem.

Nadiem mengatakan anggaran apapun yang dikeluarkan oleh Kemdikbud harus memiliki hasil berkesinambungan terhadap ekosistem kebudayaan di masing-masing daerah. ⁣

Seniman kontemporer Papua Barat, Andi Agaki, mengatakan paradigma baru Kemdikbud untuk memajukan kebudayaan sejalan dengan energi para seniman.

Sementara itu, Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemdikbud, Sjamsul Hadi mengatakan pihaknya memiliki sejumlah program terkait objek pemajuan kebudayaan. Pertama, menyediakan ruang ekspresi virtual yang bisa dinikmati oleh semua masyarakat.⁣

Kedua, fasilitasi bidang Kebudayaan. Kemendikbud melalui Ditjen Kebudayaan telah melakukan stimulus-stimulus melalui dokumentasi dan karya pengetahuan.

“Di sini bapak atau ibu ada ruang untuk berkarya atau mendokumentasikan karya dan nantinya ada dana dukungan,” ujar Sjamsul.

⁣Sjamsul juga mengajak pemerintah daerah Papua Barat untuk segera melengkapi pokok-pokok pikiran kebudayaan agar menjadi dasar dinas pendidikan dan kebudayaan mengusulkan alokasi anggaran kebudayaan setiap tahunnya. ⁣

Dia juga mensosialisasikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018, dimana para pelaku seni dapat memanfaatkan dana desa untuk alokasi anggaran pemajuan kebudayaan.⁣

”Jadi para pelaku seni dan budaya yang tinggal di desa-desa, punya karya-karya kreatif, dan punya potensi memajukan kebudayaan di desa, dapat memanfaatkan alokasi Dana Desa ini,” ujarnya.

  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN