Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. (Foto: IST)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. (Foto: IST)

Menhub: Korban Kecelakaan Lalin Didominasi Usia Produktif

Selasa, 9 Maret 2021 | 13:45 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

Jakarta, Investor.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa korban akibat kecelakaan lalu lintas (lalin) didominasi usia produktif. Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) fokus meningkatkan keselamatan bertransportasi di semua moda.

"Keselamatan bertransportasi di semua moda baik darat, laut, udara maupun perkeretaapian, semua penggunanya harus bisa terjamin keselamatannya," ucap Budi dalam sambutannya di kegiatan Pentas Edukasi Transportasi, Selasa (9/3/2021).

Apalagi, tambahnya, korban akibat kecelakaan lalin diominasi oleh usia produktif termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Karena itu, Budi mengajak agar kelompok kawula muda selalu mengutamakan keselamatan dengan cara disiplin berlalu lintas, mematuhi peraturan, menerapakan protokol kesehatan di masa pandemi, dan beralih menggunakan kendaraan umum. 

Sementara itu, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan Darat Mohammad Rizal Wasal mengungkapkan, tahun 2020, tercatat sebanyak 100.028 kejadian kecelakaan melibatkan kelompok usia produktif dengan jumlah korban meninggal sebanyak 23.529 jiwa.  

Kecelakaan itu menimpa masyarakat dengan rentang usia 10-19 tahun sebanyak 26.906 korban dan 20-29 tahun sebanyak 29.281 korban jiwa. 

Dilihat berdasarkan tingkat pendidikan, kelompok usia Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) jumlah korbannya cukup tinggi yakni mencapai 80.641. Lalu, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) 17.699 dan Sekolah Dasar (SD) 12.557 korban jiwa. Adapun kelompok pendidikan S1 sebanyak 3.751, D3 sebanyak 770, dan S2 sejumlah 136 korban jiwa. 

Rizal mengaku prihatin karena kawula muda merupakan kelompok-kelompok yang akan membangun dan memimpin bangsa ke depan. Maka dari itu, Kemenhub mencoba mengedukasi masyarakat agar dapat berperilaku aman di lalu lintas jalan. 

Secara umum, pemerintah saat ini menyiapkan bus sekolah untuk semua daerah. Bahkan, beberapa sudah menjadi percontohan. "Sekarang, kita juga mencoba angkutan sekolah dengan menggunakan bus listrik di mana bus sekolah akan menjadi angkutan utama," ujar Rizal. 

Menurut dia, bus sekolah akan bisa menjadi feeder (angkutan pengumpan) jika kelompok muda beralih menggunakan sepeda atau berjalan kaki. Untuk itu, Kemenhub mengajak kepada masyarakat untuk menggunakan sepeda. Perbaikan-perbaikan layanan terus Kemenhub lakukan demi menciptakan keselamatan bagi para pelajar di Indonesia.

Pada bagian lain, Budi juga mengingatkan transportasi memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas penumpang dan distribusi barang dan jasa.

Termasuk menunjang aspek kehidupan baik pembangunan politik, ekonomi, sosial, budaya maupun pertahanan serta keamanan. Dan yang tak kalah penting menjaga kesatuan dan persatuan negara. 

Karena itu, Budi memastikan pembangunan bandara, pelabuhan, terminal, stasiun jalur kereta api, kapal dan bus harus terus berlanjut sekalipun di masa pandemi tentu dengan menerapkan protokol kesehatan.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN