Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah pengendara motor pemudik diperbolehkan melintas di Jalan Rengas Bandung,  posko penyekatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Selasa (11/5/2021) dini hari. Foto:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sejumlah pengendara motor pemudik diperbolehkan melintas di Jalan Rengas Bandung, posko penyekatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Selasa (11/5/2021) dini hari. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Menhub Prediksi Puncak Arus Balik 16 dan 20 Mei 2021

Sabtu, 15 Mei 2021 | 16:24 WIB
Herman

Jakarta Meskipun sudah ada kebijakan peniadaan mudik Lebaran, sebagian masyarakat masih tetap melakukan perjalanan mudik. Ada yang ngeyel melakukannya saat periode pelarangan, atau mencuri start ketika masih dilakukan pengetatan syarat perjalanan. Catatan Kementerian Perhubungan (Kemhub), sekitar 15 juta orang sudah keluar dari Jabodetabek ke daerah masing-masing sejak masa pengetatan syarat perjalanan pada 22 April 2021.

 Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memperkirakan arus balik Lebaran akan terjadi pada 16 Mei dan 20 Mei 2021. Untuk itu, Menhub menghimbau kepada masyarakat yang ingin kembali ke tempat tinggalnya agar menghindari tanggal-tanggal tersebut.

“Kita memang memproyeksikan bahwa kemungkinan arus balik itu terjadi pada 16 dan tanggal 20, oleh karenanya kita menghimbau jangan (melakukan perjalanan) di titik tanggal tersebut karena memang akan penuh," ujar Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers “Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran,” secara virtual, Sabtu (15/5/2021).

Menhub menambahkan, untuk menghadapi arus balik Lebaran tersebut, pemerintah juga menerapkan kebijakan random-test  Covid-19 dan mandatory-check  Covid-19 yang mulai berlaku pada 15 Mei 2021. Random-test diterapkan untuk perjalanan dari beberapa provinsi di Pulau Jawa menuju Jakarta, sedangkan mandatory-check untuk perjalanan dari Sumatera menuju ke Jawa dan Jakarta.

 “Kami tentu akan melakukan suatu upaya-upaya screening dengan mewajibkan mereka masuk yang jalan tol, mereka yang sudah memiliki rapid test. Kalau mereka belum, terpaksa kita melakukan random test di titik-titik tertentu yang kita lakukan di rest area," kata Budi.

Selanjutnya, bila terjadi lonjakan yang berlebihan, kebijakan contra flow lalu lintas akan diambil. "Apa yang kami lakukan ini sudah kami koordinasikan dengan Kakorlantas. Kakorlantas akan melakukan suatu manajemen lalu lintas dengan maksimal, dan tentunya tim Dishub dan tim TNI juga membantu, baik upaya melakukan rapid test sebelum perjalanan, dan juga mengatur perjalanan itu sendiri," terang Menhub Budi.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN