Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Sumber: BSTV

Menkes Budi Gunadi Sadikin. Sumber: BSTV

Menkes: BOR Naik 31.000, Prokes Diperketat

Senin, 7 Juni 2021 | 14:39 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id  – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan ratio keterisian tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy ratio/BOR) mengalami kenaikan menjadi 31.000 dari awalnya 22.000. Karena itu, Budi meminta pemerintah daerah semakin memperketat disiplin protokol kesehatan.

“Pada 18 Mei lalu baru terisi 22 ribu, sekarang sudah ada kenaikan sampai ke 31 ribu. Tapi alhamdulillah kita masih memiliki cadangan tempat tidur isolasi yang cukup,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/6/2021).

Budi menerangkan pihaknya telah mempersiapkan ketersediaan tempat tidur untuk kondisi terburuk. Total kapasitas tempat tidur baik untuk pasien Covid-19 ada sebanyak 72.000 tempat tidur.

“Kami mempersiapkan kondisi terburuk. Kalau misalnya semua pasien mesti masuk rumah sakit. Saya sudah sampaikan minggu lalu, bahwa kita sudah mempersiapkan 72.00 tempat tidur isolasi,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kata Budi, puncak kenaikan kasus aktif akan terjadi 5 hingga 7 pekan setelah libur Lebaran. “Jadi perkiraan kita, masih akan ada kenaikan kasus sampai akhir bulan ini atau awal bulan depan,” terang Budi Gunadi Sadikin.

Mengingat jumlah BOR mengalami kenaikan, Budi mengimbau kepala daerah untuk kembali memastikan disiplik protokol kesehatan. Penggunaan masker, cuci tangan, jaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan harus diperketat.

“Saya imbau untuk kepala daerah untuk memastikan protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan itu harus diperketan dan dijelaskan dengan baik,” terang Budi Gunadi Sadikin.

Kemudian, ia juga meminta kepala daerah melaporkan pelaksanaan testing, tracing dan treatment kepada pemerintah secara lengkap. Sehingga, pemerintah bisa langsung mengambil langkah antisipasi terhadap warga yang terpapar Covid-19.

Tracing jangan ditolak. Kalau misalnya anda terkena, tidak usah khawatir, tidak usah takut. Dan yang paling penting isolasi mandiri. Kalau sudah positif kena, 80% penyakit ini bisa sembuh sendiri, tapi butuh tempat isolasi supaya tidak menularkan. Jadi tolong secara swadaya daerah punya tempat isolasi mandiri,” papar Budi Gunadi Sadikin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV

Sebelumnya, dalam acara yang sama, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sekaligus Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan persentase kasus aktif Covid-19 secara nasional per 6 Juni 2021 mencapai 5,3%, angka ini lebih baik karena lebih rendah dari angka kasus aktif global sebesar 7,5%.

Sementara tingkat kesembuhan sudah mencapai 91,9%, lebih baik dari global yang sebesar 90,3%. Sedangkan angka kematian nasional mencapai 2,8% lebih tinggi dari global 2,1%.

Untuk provinsi yang berkontribusi besar terhadap jumlah kasus aktif, yakni sebesar 65%, terdapat di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Papua dan Riau. Khusus Pulau Jawa sendiri, berkontribusi 52,5% untuk jumlah kasus aktif nasional.

Terkait rasio keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR), menurut Airlangga, rata-rata sudah mencapai 40%. Hanya ada 5 provinsi yang BOR masih diatas 40%, yaitu Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jambi dan Riau.

Sedangkan untuk persentase perilaku dalam disiplin protokol kesehatan, Airlangga mengungkapkan kepatuhan Sumatera Barat, Bangka Belitung dan Kalimantan Selatan sudah berada antara 91 hingga 100%. Provinsi yang dibawah 60% ada Sulawesi Tengah dan Maluku. Dan kepatuhan ini yang penting untuk penanganan Covid-19.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN