Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Investor Daily/Primus Dorimulu

Menkes Budi Gunadi Sadikin. Investor Daily/Primus Dorimulu

Menkes: Jangan Buru-buru Longgarkan PPKM Mikro

Jumat, 23 April 2021 | 15:47 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id  – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia sudah berhasil menurunkan kasus Covid-19 lewat program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan vaksinasi. Meskipun dinilai sukses, Menkes meminta pemerintah daerah tidak terburu-buru melonggarkan PPKM Mikro, terutama melihat pengalaman lonjakan kasus Covid-19 di India.

Menkes mengatakan India juga mengalami penurunan kasus cukup drastis sejak September 2020 karena adanya program vaksinasi massal dan pembatasan kegiatan. Namun, angka kasus tiba-tiba naik pesat setelah dilakukan pelonggaran terlalu cepat, termasuk diizinkannya festival keagamaan dan kampanye pemilu.

“Tugas kita bersama agar jangan mengulangi seperti terjadi di India. Lebih baik kita waspada sejak awal. Rumusnya sama, terapkan saja PPKM Mikro yang sudah terbukti bagus dan tidak usah terburu-buru melonggarkan dari standar PPKM Mikro sebelumnya,” kata Budi Media Gathering Perkembangan Perekonomian Terkini serta Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Jumat (23/4/2021).

Menkes mengingatkan terjadi tren peningkatan kasus sejak liburan Paskah dua minggu lalu. Dia menyebut kenaikannya baru sedikit, namun semua pihak harus berhati-hati dalam melihat tren tersebut.

“Teman-teman bisa merasakan sendiri saat PPKM Mikro bagaimana mobilitas di jalan. Kalau sudah berbeda, kita tahu itu sudah berlebihan, PPKM Mikro sudah melonggar,” ujarnya.

Menkes mengatakan tren kenaikan kasus Covid-19 terlihat di rumah sakit (RS) pemerintah di Sumatera sejak April lalu terutama setelah liburan Paskah. Meskipun kenaikan masih relatif kecil, tapi harus menjadi kewaspadaan bersama agar protokol kesehatan tidak kendor.

Berdasarkan data tanggal 22 April 2021, Menkes menyebut kasus konfirmasi di Indonesia setelah liburan Paskah yaitu sekitar 2,67% dengan jumlah kasus harian per 2 April 2021 sebanyak 6.243. Menkes mengatakan sejumlah provinsi lain juga menunjukkan tren kenaikan seperti Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Namun, angka bed occupancy ration (BOR) masih di bawah atau belum terjadi kekurangan tempat tidur di RS.

Terkait kasus di India, selain pelonggaran protokol kesehatan, Menkes menyatakan penyebab lonjakan kasus karena kecenderungan peningkatan mutasi baru varian yang masuk sebagai varian of concern WHO yaitu B117 (Inggris), B1351 (Afrika Selatan), dan P1 (Brasil).

Selain itu, terjadi kecenderungan peningkatan varian B1617 yang membawa mutasi di dua titik yang diduga dapat membuat virus lebih infeksius atau resisten terhadap vaksin.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN