Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: IST

Menkes Minta Masyarakat Tetap Tinggal di Rumah

Rabu, 30 Juni 2021 | 22:25 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendesak masyarakat agar sebisa mungkin tetap tinggal di rumah karena kondisi saat ini kasus Covid-19 sedang tinggi. Menkes mengatakan pemerintah terus mempercepat dan memperluas pelaksanaan vaksinasi Covid-19, termasuk pengadaan vaksinasi baik bahan baku maupun jadi.

“Sekarang tolong bantu kami dengan cara kalau tidak ada kegiatan yang penting tinggallah di rumah supaya bisa mengurangi laju penularan. Lindungi diri, keluarga, masyarakat, dan negara  kita,” kata Budi dalam pernyataan pers secara virtual terkait kedatangan vaksin tahap ke-18, Rabu (30/6/2021).

Indonesia kedatangan vaksin tahap 18 di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu siang (30/6/2021). Foto: IST
Indonesia kedatangan vaksin tahap 18 di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu siang (30/6/2021). Foto: IST

Menkes mengatakan pemerintah sebenarnya telah mengantisipasi sejak sebelum Lebaran dengan mempersiapkan rumah sakit, ketersediaan obat, tenaga kesehatan sudah divaksin, dan melengkapi tabung oksigen. Namun, di tengah peningkatan kasus, dia meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Menurut Menkes, pemerintah berkomitmen untuk melipatgandakan semua upaya untuk terus melakukan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) serta mempercepat dan memperluas vaksinasi. Dia berpesan agar semua individu, pelaku usaha, pemerintah pusat dan daerah tanpa terkecuali, agar melipatgandakan  protokol  kesehatan. 

“Ayo kita semakin serius, semakin disiplin, semakin saling mengingatkan. Agar tidak ada lagi yang kehilangan anggota keluarganya, karyawan yang dirumahkan, dan pelaku usaha yang menutup usahanya karena pandemi ini,” ujar Budi.

Menkes menjelaskan pemerintah juga mengupayakan percepatan program vaksinasi agar pada akhir 2021 bisa mencapai 181,5 juta rakyat Indonesia yang menerima setidaknya 1 kali vaksin. Di sisi lain, menkes meminta penegakkan protokol kesehatan tetap dijalankan mengingat vaksinasi tidak membuat orang kebal 100% terhadap virus seperti “Superman”. Vaksin membuat tubuh lebih tahan dan mampu mengidentifikasi jika terpapar virus, serta tubuh menjadi lebih cepat melawan virus.

“Orang yang divaksin masih bisa terkena virus Covid-19 tapi yang tadinya penyakitnya berat jadi ringan, kalau ringan jadi tanpa gejala. Intinya membuat  daya  tahan  tubuh  lebih  baik," kata Budi. 

Budi menambahkan orang yang sudah divaksin tetap bisa menularkan virus. Dia meminta semua orang yang sudah divaksin tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) terutama memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Indonesia kedatangan vaksin tahap 18 di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu siang (30/6/2021). Foto: IST
Indonesia kedatangan vaksin tahap 18 di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu siang (30/6/2021). Foto: IST

Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 dalam satu bulan terakhir naik melonjak menjadi 10 kali lipat. Sebagaimana diketahui pada 15 Mei 2021, kasus aktif per hari 2.385 kasus dan pada 27 Juni menjadi 21. 432 per hari.

Menurut Tjandra, peningkatan kasus sangat melonjak tajam ini, prokes harus semakin diperkuat termasuk pembatasan kegiatan sosial.

“Makin ketat pembatasan sosial maka makin mudah aspek menjaga jarak dalam 3M dan hal membatasi mobilitas serta menghindari kerumunan dalam 5 M dapat diterapkan,” kata Tjandra, Senin (28/6/2021).

Tjandra menambahkan, kasus saat ini meningkat 10 kali lipat, maka kepatuhan dan disiplin prokes harus meningkat mencapai 10 kali lipat. “Artinya kita harus 10 kali lipat mengingat untuk patuh memakai masker di setiap kesempatan yang harus digunakan, 10 kali lipat lebih waspada menjaga jarak setidaknya 1 meter dan 10 kali lipat lebih mengingat untuk rajin cuci tangan,” ucapnya.

Tjandra menuturkan, tinggi kasus ini, maka pemerintah harus menambahkan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan, tempat tidur, dan ketersediaan oksigen.

“Jangan sampai alat atau oksigen tidak tersedia pelayananan kesehatan primer juga terus ditingkatkan perannya dalam penanganan pasien ini,” tambahnya.

Sampai saat ini diyakini penerapan prokes secara ketat tetap menjadi kunci dari pengendalian pandemi, di samping upaya vaksinasi yang terus dilakukan oleh pemerintah. Masyarakat harus menyadari pentingnya peran sertanya untuk menurunkan laju penularan Covid-19 yang tinggi saat ini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN