Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

Menkes: Varian Omicron Miliki 50 Mutasi

Minggu, 28 November 2021 | 21:25 WIB
Hendro Situmorang

JAKARTA, investor.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan varian Omicron (B.1.1.529) memiliki 50 mutasi. Jumlahnya meningkat dari temuan dua hari lalu masih memiliki 32 mutasi.

Hasilnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan varian Omicron ke dalam Variant of Concern (VoC) atau kelompok kewaspadaan tertinggi. Itu dikarenakan Omicron memiliki mutasi sekitar 50, yang 30 mutasinya ada di spike protein atau mahkota virus Corona penyebab Covid-19.

"Kenapa bisa cepat menjadi Variant of Concern karena dia mutasinya sangat banyak, dan mutasi-mutasi yang berbahaya dari varian-varian sebelumnya ada di sini," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Minggu (28/11/2021).

Dikatakan dari 30 mutasi tersebut dan 50 mutasi totalnya, banyak mutasi-mutasi yang ada di varian Alpha, Beta, Delta, dan Gama, yang buruk-buruk yang diidentifikasi. Mutasi yang buruk dari varian Omicron dibagi menjadi tiga kelompok.

Pertama, kelompok mutasi yang yang meningkatkan keparahan. Kedua, meningkatkan transmisi penularan. Ketiga, menurunkan antibodi atau efikasi vaksin.

"Untuk kelompok pertama belum ada konfirmasi dan studinya masih berjalan, sehingga masyarakat diharapkan jangan termakan berita-berita hoaks, yang seakan-akan orang tersebut menjadi ahli virologi. Karena ini bukan bidangnya dokter, tapi virologi. Semua orang mendadak jadi virologi," katanya.

Sementara untuk kelompok kedua, kemungkinan besar varian Omicron lebih cepat penularannya. Diakui saat ini sedang difinalisasi research-nya.

Untuk kelompok ketiga, mutasi yang bisa menurunkan kemampuan antibodi atau menghindari vaksin kemungkinan besar, iya. "Balik lagi, belum dikonfirmasi," pungkas Menkes Budi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN