Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers saat menyaksikan kedatangan tahap ke-8 Vaksin Covid-19 Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (18/4/2021). Foto:  Investor Daily / Emral Firdiansyah

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers saat menyaksikan kedatangan tahap ke-8 Vaksin Covid-19 Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (18/4/2021). Foto: Investor Daily / Emral Firdiansyah

RI KEDATANGAN 6 JUTA BULK VAKSIN SINOVAC

Menkes: Waspada Lonjakan Gelombang Tinggi Covid-19

Senin, 19 April 2021 | 07:09 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

TANGERANG, investor.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperingatkan adanya lonjakan tinggi gelombang Covid-19 dunia. Untuk itu seluruh masyarakat diharapkan tetap waspada kendati Indonesia sudah menjalankan vaksinasi.

“Saya titip pesan untuk seluruh media, seluruh kepala daerah, bahwa ada kenaikan lonjakan gelombang yang tinggi di negara-negara di Eropa, Negara Asia khususnya India, Filipina juga di Papua Nugini dan juga di negara Amerika Selatan seperti Chili dan Brasil,” kata Budi saat menyambut kedatangan sebanyak 6 juta bulk vaksin Sinovac yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu (18/4) .

Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di  Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST
Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST

Dia mengatakan, Virus Covid-19 masih ada dan bisa menular sehingga seluruh masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Ia mengingatkan, jangan sampai program vaksinasi dan program pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang sudah berjalan dan bisa menurunkan kasus, membuat masyarakat menjadi tidak waspada dan tidak berhati- hati.

“Perlu saya ingatkan di sini, jangan sampai program vaksinasi Covid-19 ini membuat kita tidak waspada. Jangan sampai program vaksinasi ini membuat kita terlena,” katanya.

Menkes Budi G Sadikin menyambut kedatangan Vaksin Sinovac dari Tiongkok di  Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST
Menkes Budi G Sadikin menyambut kedatangan Vaksin Sinovac dari Tiongkok di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST

Budi mengatakan, lonjakan kasus bisa saja terjadi lagi bila tidak mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

“Jangan sampai usaha keras kita selama ini jadi sia-sia, karena kita lupa kurang waspada dan mari kita tetap menjalankan protokol kesehatan mencuci tangan dan menjaga jarak,” ucap Budi.

Kepada para daerah kepala daerah, Budi berpesan agar terus menjalankan program vaksinasi.

“MUI (Majelis Ulama Indonesia)sudah bilang bahwa selama bulan puasa vaksinasi tidak membatalkan puasa, jadi terus dijalankan,” katanya.

Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di  Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST
Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST

Menkes kembali mengingatkan, pada saat Ramadan banyak keluarga yang ingin bertemu orang tuanya sangat tinggi. Karena itu, dia mengimbau jajaran pemerintah daerah (Pemda) memprioritaskan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok masyarakat lanjut usia (Lansia) usia 60 tahun ke atas karena memiliki tingkat kerentanan yang tinggi

“Jadi tolong dipastikan dalam sebulan ini prioritas diberikan vaksinasi kepada para lansia, sehingga mereka senior-senior kita ini bisa kita lindungi. Kalau nanti dikunjungi oleh keluarganya, mereka sudah relative imunitasnya lebih baik,” ungkapnya.

Diketahui, Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19_di Indonesia per Minggu (18/4) sebanyak 4.585.

Dengan penambahan ini maka total kasus positif Covid-19 di Indonesia tembus 1,6 juta atau tepatnya 1.604.348. Kasus sembuh bertambah 4.873 sehingga total menjadi 1.455.065 atau 90,69% dari kasus terkonfirmasi positif. Kasus meninggal bertambah 96 menjadi total 43.424 atau 2,7% dari kasus terkonfirmasi positif.

Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di  Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST
Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST

Sementara jumlah pemeriksaan spesimen hari ini sebanyak 38.619. Sebanyak 25.416 di antaranya adalah pemeriksaan real time- polymerase chain reaction (RT-PCR) dan 96 tes cepat molekuler (TCM) dan antigen 13.107.

Sedangkan kasus aktif turun 384 sehingga total menjadi 105.859. Adapun jumlah suspect sebanyak 61.694.

Kedatangan Bulk Vaksin Sinovac

Menkes menyatakan sebanyak 6 juta bulk (bahan baku) vaksin Covid-19 Sinovac buatan China telah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, Minggu siang,sebagai bagian dari pengiriman vaksin tahap kedelapan yang diterima Indonesia.

“Hari ini kami mendatangkan 6 juta ‘bulk’ vaksin dari Sinovac, China, yang merupakan bagian dari pengiriman 140 juta ‘bulk’ vaksin yang akan kita terima tahun 2021 ini,” kata Menkes.

Ia mengatakan secara kumulatif Indonesia telah menerima total 59,5 juta bulk vaksin Sinovac yang dapat diproduksi menjadi 47 juta dosis vaksin oleh PT Bio Farma.

“Sampai sekarang sudah 22 juta dosis dari 46 juta dosis yang masuk dan sudah kita distribusikan ke seluruh daerah,” katanya.

Menkes Budi G Sadikin menyambut kedatangan Vaksin Sinovac dari Tiongkok di  Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST
Menkes Budi G Sadikin menyambut kedatangan Vaksin Sinovac dari Tiongkok di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST

Dalam satu bulan ke depan, Menkes memperkirakan Indonesia memiliki tambahan 20 juta dosis lagi atas kedatangan 6 juta bulk vaksin pada Minggu ini. Ia berharap tambahan dosis vaksin tersebut bisa memperlancar kebutuhan vaksin bagi masyarakat di bulan April dan Mei 2021.

Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama sampai hari Minggu (18/4) pukul 15.00 WIB, telah mencapai 10,8 juta lebih, atau tepatnya 10.828.419. Ini berarti bertambah 27.175 dari hari sebelumnya. Jumlah 10.828.419 ini berarti 26,83% dari target 40.349.049.

Sementara jumlah warga yang sudah mendapat suntikan pertama dan kedua vaksin Covid-19 sebanyak 5.910.921 orang atau bertambah 21.205 orang dari hari sebelumnya. Jumlah ini 14,64% dari target.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, SDM Kesehatan yang sudah menjalani vaksinasi dosis 1 yakni 1.465.188 atau sudah 99,76% dari target.

Sementara tenaga kesehatan yang sudah menjalani vaksinasi dosis 1 dan 2 terdapat 1.324.349 atau 90,17% dari target. Target vaksinasi SDM kesehatan adalah 1.468.764.

SDM kesehatan yang ditunda vaksinasi dosis 1 terdapat 142.886. Sementara yang ditunda penyuntikan dosis 2 terdapat 6.441.

Untuk petugas publik yang sudah divaksinasi dosis 1 yakni 7.147.867 atau 41,25% dari target. Sementara petugas publik yang sudah disuntik dosis 1 dan 2 terdapat 3.643.369 atau 21,03% dari target. Target vaksinasi petugas publik adalah 17.329.169. Petugas publik yang ditunda vaksinasi dosis 1 terdapat 128.683. Sementara yang ditunda penyuntikan dosis 2 terdapat 5.915.

Sementara jumlah orang lanjut usia (lansia) yang sudah menjalani vaksinasi dosis 1 yakni 2.201.855 atau 10,22% dari target. Sedangkan lansia yang telah menjalani suntikan dosis 1 dan 2 mencapai 932.254 atau 4,33% dari target. Target vaksinasi lansia yakni 21.553.118. Lansia yang ditunda vaksinasi dosis 1 terdapat 41.163. Sementara yang ditunda penyuntikan dosis 2 terdapat 1.226 orang

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN