Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Virus Omicron. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Virus Omicron. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Menkeu: Transmisi Kepulangan Masyarakat dari LN Picu Kenaikan Omicron  

Senin, 24 Januari 2022 | 13:33 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pemerintah mulai mewaspadai tren  peningkatan kasus omicron di Tanah Air yang berasal dari transmisi kepulangan masyarakat yang kembali berdatangan ke Indonesia usai liburan natal dan tahun baru di luar negeri (LN).

Padahal pemerintah telah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri untuk mencegah masuknya varian omicron di Indonesia, namun masih tetap banyak masyarakat yang pergi ke luar negeri saat momentum tersebut.

“Tingkatkan kewaspadaan dengan kenaikan jumlah omicron yang berasal dari transmisi karena orang baru datang dari Luar Negeri. Arus balik terjadi awal Januari hingga pertengahan Januari, sebabkan kasus bawaan dari luar negeri memang mentrigger kasus lokal,”tuturnya dalam Rapat Kerja bersama Komite IV DPD, Senin (24/1).

Di sisi lain, pemerintah terus meningkatkan akselerasi vaksinasi untuk menegah penyebaran varian Covid-19 semakin meluas dan terciptanya kekebalan kelompok atau herd immunity.  

Dengan rincian masyarakat yang sudah menerima dosis pertama mencapai 181 juta dan vaksinasi kedua mencapai 124 juta. Bahkan Indonesia telah menyelesaikan vaksinasi 40% sebelum akhir tahun 2021, dan akan terus meningkat menjadi 70% dari populasi.

Menurutnya kecepatan vaksinasi di berbagai negara berbeda tidak hanya masalah memiliki vaksin atau tidak, namun timbul masalah kemampuan untuk mengakselerasi program vaksinasi di berbagai negara yang saat ini juga menjadi hambatan.

“Kami mulai lakukan booster 1,3 juta yang sudah dapatkan booster suntikan ketiga,”tegasnya.

Disisi lain, pemerintah saat ini juga mempersiapkan fasilitas rumah sakit dan tenaga kesehatan dan melakukan pengecekan ketersediaan oksigen, masker dan sebagainya. Bahkan Presiden Joko Widodo dan para menteri melakukan sidang kabinet secara rutin setiap pekan.

Menurutnya telah terjadi gelombang omicron yang sangat tinggi di negara tetangga seperti Australia, Singapura dan Thailand yang disebabkan faktor (pelonggara) kebijakan dan resistensi vaksiansi dalam negeri.

Sementara itu, saat ini sumber deteksi pertama terjadinya kasus Omicron di Afrika Selatan telah terjadi penurunan cukup besar.

Di samping itu, pemerintah akan mewaspadai lonjakan kasus omicron di India, karena pola lonjakan kasus covid-19 di Indonesia mirip dengan India saat terjadi varian delta.

“Kita akan melihat pola ini dipelajari untuk respon dan bisa tangani lebih cepat. Dengan adanya covid seluruh dunia alami dampak luar biasa dan menimbulkan krisis  kemansuaiaan, kesehatan, ekonomi , sosial dan beprotensi pada krisisi keuangan seperti terjadi di berbagai Negara,”tegasnya. 

Sebagai informasi, sejak 15 Desember hingga 22 Januari 2022, secara kumulatif kasus konfirmasi omicron di Tanah Air mencapai 1.161. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN