Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kerabat keluarga berziarah di pemakaman khusus Covid-19 TPU Rorotan, Jakarta Utara,  Foto ilustrasi:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Kerabat keluarga berziarah di pemakaman khusus Covid-19 TPU Rorotan, Jakarta Utara, Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Menkominfo: 94% Pasien Covid-19 Meninggal Belum Divaksin

Selasa, 7 September 2021 | 16:03 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, pemerintah terus mengingatkan vaksinasi sangat penting bukan hanya untuk meningkatkan imunitas, tetapi juga menghindari infeksi dan risiko kematian akibat Covid-19.

Menurutnya, berdasarkan data terbaru, risiko kematian akan lebih tinggi bagi pasien Covid-19 yang belum melakukan vaksinasi. Pasalnya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemkes)  per  5 September 2021 tercatat bahwa dari 135.861 pasien Covid-19 yang meninggal dunia, 94% diantaranya belum mendapat vaksinasi.

"Vaksin Covid-19 sangat penting tidak hanya untuk mencegah penularan, tetapi juga melindungi kita dari risiko sakit parah, bahkan kematian, akibat infeksi Covid-19," ujar  Johnny  dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Selasa (7/9/2021).

Menkominfo Johnny G Plate. Foto: IST
Menkominfo Johnny G Plate. Foto: IST

Johnny menambahkan, evaluasi efektivitas vaksin Covid-19  yang dilakukan oleh  Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemkes juga membuktikan bahwa vaksin mampu menurunkan risiko terinfeksi Covid-19 serta mengurangi perawatan dan kematian bagi tenaga kesehatan.

Dikatakan  Johnny, evaluasi tersebut dilakukan melalui studi terhadap 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta yang meliputi perawat, bidan, dokter, teknisi, dan tenaga umum lainnya sepanjang periode Januari-Juni 2021.

Pengamatan dilakukan terhadap kasus konfirmasi positif Covid-19, perawatan, dan kematian karena Covid-19 pada tiga kelompok tenaga kesehatan, yaitu yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama, vaksinasi lengkap  atau dosis kedua  dan yang belum divaksinasi.

Selain itu, penelitian yang dilakukan King College London di Inggris juga menyatakan bahwa orang yang divaksinasi Covid-19 secara lengkap tidak hanya mengurangi risiko penularan, tetapi juga bisa memperkecil risiko long Covid-19. Berdasarkan penelitian ini, dua dosis vaksin Covid-19 juga akan mengurangi gejala kesehatan yang timbul hingga 50% apabila mengalami reinfeksi.

Johnny mengatakan bahwa penelitian dan data terbaru baik dari Inggris maupun Indonesia membuktikan bahwa vaksinasi berperan penting untuk menurunkan risiko infeksi dan dampak yang fatal dari Covid-19. Oleh karena itu,  Johnny meminta masyarakat untuk tidak ragu  mengikuti  vaksinasi.

“Pemerintah akan terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi dengan mengupayakan 2 juta suntikan per hari untuk seluruh masyarakat Indonesia. Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama mendukung upaya ini dengan segera melakukan vaksinasi dan tidak perlu ragu lagi dengan efektivitas vaksin," pungkasnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN