Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Mensos: IPPSI Berperan Cegah Konflik Sosial

Senin, 11 April 2016 | 14:20 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

AMBON- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial/Kesejahteraan Sosial (IPPSI) lndonesia memberi kontribusi dengan memberikan sistem peringatan dini soal konflik sosial yang dapat terjadi, misalnya perselisihan lintas agama.


"Sekarang saatnya deteksi dini sehinga dilakukan antisipasi terhadap terjadinya disharmoni yang memicu kerentanan konflik. Disinilah IPPSI perannya diharapkan dengan melakukan kajian intelektual," kata Mensos saat kunjungan kerja di Kota Ambon, Maluku, Senin.

Menurut dia, IPPSI merupakan asosiasi yang kuat perannya. Organisasi ini mampu menerjemahkan Nawa Cita, RPJMN dan undang-undang ke dalam formulasi sistem peringatan dini konflik sosial sehingga dapat membangun keserasian sosial. Dengan kata lain, IPPSI memberi rekomendasi bagi pemerintah untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang memicu konflik dan ketidakharmonisan sosial.

Mensos mengatakan, kajian badan PBB yang mengurusi pembangunan UNDP memetakan 143 daerah di Indonesia sebagai wilayah rawan konflik. Hal ini memerlukan berbagai rekomendasi kebijakan agar konflik itu tidak benar-benar terjadi.

"Setelah pemerintah menyerap sejumlah rekomendasi dari berbagai pihak, termasuk IPPSI, maka dikeuarkan sejumlah kebijakan guna mengatisipasi agar konflik tidak terjadi. Salah satu program yang dilakukan adalah pengucuran bantuan dana desa lebih dari Rp40 triliun," kata dia.

Khofifah sendiri pada Senin membuka Konferensi Nasional Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial/Kesejahteraan Sosial lndonesia di Gong Perdamaian, Kota Ambon, Maluku.

"Konferensi ini yang dibuka di area Gong Perdamaian Dunia agar menjadi ruh perdamaian inklusif," kata Khofifah.

Khofifah juga berharap agar konferensi tersebut memberi kontribusi dalam memberantas kemiskinan dan ketidakadilan di Indonesia yang majemuk. Konferensi itu sendiri digelar secara nasional di Kota Ambon pada 11-13 April 2016. (ant/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN