Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat membuka breeding farm Ayam KUB2 Janaka di Desa Barengkok, Jasinga, Bogor, Jawa Barat, Jumat 19 November 2021. (Foto: Dok. Kementan)

Mentan Syahrul Yasin Limpo saat membuka breeding farm Ayam KUB2 Janaka di Desa Barengkok, Jasinga, Bogor, Jawa Barat, Jumat 19 November 2021. (Foto: Dok. Kementan)

Mentan Lepas Ekspor Telur Tetas dan Ajak Kembangkan Ayam KUB

Sabtu, 20 November 2021 | 15:05 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak para pelaku usaha yang bergerak di subsektor perunggasan untuk mengembangkan ayam kampung KUB2 Janaka.

Langkah ini, menurut Mentan, perlu dilakukan agar kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia tidak selalu bergantung pada komoditas daging sapi atau ayam broiler.

"Ternyata ayam kampung kita sangat diminati juga oleh masyarakat dunia. Dan hari ini kita bersama akan meresmikan breeding. Sehingga ke depan tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan lokal tapi juga luar negeri. Saya senang karena kemarin kita juga ekspor nugget ke Bangladesh," ujar Mentan saat membuka breeding farm Ayam KUB2 Janaka di Desa Barengkok, Jasinga, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/11).

Menurut Mentan, selama ini Indonesia memiliki keragaman genetik berkualitas, yang tidak kalah bagus dari negara lain di dunia. Apalagi subsektor unggas adalah salah satu kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

"Harus dilihat bawa ayam KUB itu ayam kampung Indonesia yang genetik dan varietasnya adalah varietas Indonesia. Dan, tentu ini harus kita support bersama," katanya.

Mentan berharap, ke depan pengembangan ayam kampung bisa dilakukan juga di daerah lainnya di Indonesia. Terkait hal ini, Kementan melalui Balitnak siap memfasilitasi para pelaku usaha dengan bibit KUB2 Janaka.

"Kita berharap tidak hanya di pulau Jawa saja, tapi berkembang di 17.000 pulau lainya di 34 provinsi," katanya.

Direktur PT Intama Taat Anugerah (ITA) Tjandra Srimulianingsih mengatakan, keberhasilan Kementan dalam mengembangkan genetik ayam kampung Janaka akan didukung langsung melalui pengembangan breeding farm KUB2 yang berkelanjutan. Dukungan tersebut kata Tjandra merupakan kontribusi swasta terhadap upaya negara dalam memenuhi kebutuhan produksi pangan hewani.

"Jadi ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap negara. Tujuanya supaya hasil karya dari anak bangsa (Balitnak Kementan) yang sudah menciptakan genetik ayam kampung unggul bisa dikembangkan lebih besar lagi. Saat ini kami mengembangkan grand parent dan parent stock yang akan menghasilkan ayam kampung lokal berkualitas," katanya.

Tjandra menilai, breeding farm KUB 2 ini juga menjadi momentum bagi swasta untuk membuka lapangan kerja. Terlebih kebutuhan ayam kampung saat ini kian meningkat tajam, seiring membaiknya kondisi ekonomi negara yang sempat terperosok akibat pandemi Covid-19.

"Ini salah satu program pembuka lapangan kerja dan penyediaan protein hewani untuk mencerdaskan anak bangsa. Kami pilih janaka 2 karena kami ingin penyediaan ayam kampung atau DOC nya unggul dan berkualitas," katanya.

Perlu diketahui, tahap I Breeding ini dibangun pada lahan seluas 1 hektar dengan 5 kandang yang masing masing berkapasitas 5.600 ekor. Breeding farm saat ini memiliki indukan sebanyak 3.000 ekor betina GGPS, 5.600 ekor betina GP (fase growing) dan 6.300 ekor betina PS (fase growing) dengan perkiraan hasil produksi di tahun 2022 mencapai 1.400.000 ekor DOC.

Di tempat yang sama, Mentan juga melepas ekspor telur tetas atau hatching egg (HE) Parent Stock Ayam Broiler PT. CJ PIA sebanyak 58.500 butir senilai Rp 3 miliar.

Berdasarkan data BPS, kinerja ekspor komoditas peternakan pada tahun 2021 periode bulan Januari-Oktober mencapai 278.563 ton dengan nilai USD 986.378 atau setara Rp. 14.302 T. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, volume ekspor tahun ini meningkat sebesar 4,53 persen.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN