Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Menyosialisasikan Jalur Khusus Sepeda Motor

Gora Kunjana, Selasa, 30 Januari 2018 | 08:09 WIB

Setelah Mahkamah Agung mencabut larangan bagi kendaraan motor untuk melewati beberapa jalan utama di sekitar Taman Monas, sejak kemarin sudah terlihat sepeda motor berlalu- lalang di Jalan Medan Merdeka Barat dan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menetapkan tanggal 29 Januari hingga 15 Februari mendatang sebagai masa uji coba untuk membebaskan atau membolehkan motor melalui jalan-jalan yang selama ini terlarang bagi kendaraan beroda dua.

 

Kemarin memang sudah terlihat arus lalu lintas tampak tetap lancar sekalipun kendaraan bermotor roda dua yang sudah melewati Jalan Thamrin dan Medan Merdeka Barat. Arus lalu lintas tampak lancar dan tertib. Pengendara motor juga mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan tidak terlihat sampai ada penindakan dari aparat kepolisian karena pemotor yang melanggar aturan berlalu lintas.

 

Kendati begitu, aparat Dinas Perhubungan DKI Jakarta tetap perlu komitmen melakukan sosialisasi mengenai jalur khusus sepeda motor ini. Sosialisasi sosialisasi jalur khusus sepeda motor yang ada di Jalan MH Thamrin layak dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kepada warga, terutama pengendara sepeda motor, agar menggunakan jalur khusus yang telah disediakan itu.

 

Kami mendukung sosialisasi ini dilakukan selama tujuh hari ke depan untuk mengedukasi seluruh masyarakat. Masyarakat perlu diedukasi bahwa marka khusus yang telah dibuat untuk para pengendara sepeda motor di ruas Jalan MH Thamrin itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Penggunaan Jalur Kendaraan.

 

Jadi, kendaraan roda dua harus taat aturan berada di lajur sebelah kiri. Marka kuning harus dipahami sebagai karpet jalan penanda jalur sepeda motor. Dalam masa sosialisasi dan edukasi tersebut, sebaiknya memang aparat kepolisian belum melakukan upaya penegakan hukum terhadap para pelanggar lalu lintas. Setelah masa sosiasilasi selesai, bolehlah dilakukan penegakan hukum apabila ada pengendara yang melakukan pelanggaran.

 

Ardi Wiratama

Depok

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA