Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bupati Tangerang Ahmed Zaki. (ist)

Bupati Tangerang Ahmed Zaki. (ist)

Milenial Diminta Ambil Bagian Kampanye Sampah Elektronik

Senin, 26 April 2021 | 16:10 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskanda meminta generasi milenial mengambil bagian dalam kampanye sampah elektronik (e-waste), dengan membuat sampah seperti ini di tempatnya. Sebab, jika sampak elektronik dibuang sembarangan, akan berdampak terhadap kesehatan lingkungan. 

“Jika populasi mencapai 4 juta penduduk, satu orang menghasilkan setengah kilo sampah per hari, berarti di Kabupaten Tangerang ada 2.000 ton sampah per hari. Ini menjadi PR bukan hanya Pemda, tetapi juga untuk komunitas dan masyarakat, termasuk milenial” ujar Bupati Zaki dalam webinar Starting Your Bright Idea: Preserving Earth Day through Intergenerational Collaborations bersama EwasteRJ, dikutip Senin (26/4).

Menurut dia, saat ini pemerintah kabupatan (pemkab) hanya dapat mengelola 600-800 ton. Sisa dari sampah elektronik tersebut jika tidak dikelola dapat berakhir di tanah kosong, sungai hingga irigasi.

Dia menceritakan, dulu ada sekolompok warga di Kabupaten Tangerang dipekerjakan sebagai pemilah sampah elektronik oleh pihak swasta. Namun, karena minimnya pengetahuan warga, akhirnya pemilahan sampah elektronik itu ditutup pada 2016. Saat itu, warga diketahui membakar sampah elektronik di lokasi pemilahan. Alhasil tidak hanya menimbulkan polusi udara, tetapi menimbulkan polusi air, polusi tanah serta berdampak terhadap kesehatan.

Zaki mengatakan, Pemkab Tangerang kemudian terus mengedukasi masyarakat supaya kejadian tersebut tidak terulang. Upaya yang dilakukan yaitu dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat, salah satunya komunitas EwasteRJ. “Alhamdulillah setelah ada gerakan ini, banyak sekali yang mau sukarela ikut berperan di Kabupaten Tangerang. Mereka memilah sampah dan mengantarkan ke drop box yang sudah disediakan,” jelas dia.

Dia menjelaskan, sebelum kolaborasi dengan EwasteRJ, Pemkab Tangerang juga sudah memiliki gerakan peduli sampah yang dimulai dari sekolah. Gerakan tersebut bernama Kurangi Sampah Sekolah Kita (Kurasaki), untuk mengurangi sampah di sekolah. 
“Ke depan, perlu adanya gerakan bagaimana kita bisa meminimalisir penggunaan barang-barang yang nantinya menjadi sampah. Kita semua sama-sama bergerak memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar dia. 

Dia menilai, sampah elektronik sebaiknya harus dikumpulkan terlebih dahulu. Kemudian, sampah itu dibuang ke tempat atau industri yang memang punya sertifikat untuk mengelola sampah.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN