Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Molnupiravir Jadi Obat Covid-19,  Kemkes: Masih Tunggu Uji Klinis dan Publikasi  BPOM

Minggu, 10 Oktober 2021 | 21:38 WIB
Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Molnupiravir belakangan ini ramai dibicarakan karena diyakini menjadi obat Covid-19 yang ampuh.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, molnupiravir  menjadi obat Covid-19 masih menunggu hasil uji klinis dan publikasi  secara paralel oleh  Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Kita tunggu selesainya uji klinis dan publikasi yang nanti secara pararel,” ucapnya saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (10/10/2021).

Nadia menyebutkan,  BPOM juga dapat mengkaji untuk kemungkinan pemberian penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

Sebelumnya, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, Molnupiravir yang belakangan ini ramai dibicarakan karena diyakini sebagai obat Covid-19 yang ampuh, masih harus melalui tahapan pengujian yang telah ditentukan oleh BPOM bila ingin digunakan di Indonesia.

Tahapan yang dimaksud, kata Wiku, yakni mulai dari penemuan dan pengembangan hingga pengawasan konsumsi obat di masyarakat agar aman bila digunakan oleh masyarakat Indonesia.

"Sebelum dapat digunakan di Indonesia tentu saja obat Molnupiravir terlebih dahulu harus menjalani tahapan yang dipersyaratkan oleh BPOM mulai dari tahapan penemuan dan pengembangan hingga pengawasan keamanan konsumsi obat di masyarakat," kata Wiku dalam konferensi pers virtual "Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia", Kamis (7/10/2021).

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV
Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Wiku menuturkan Molnupiravir merupakan salah satu antivirus, yang awalnya dikembangkan untuk penyakit influenza, namun kemudian diperkirakan efektif dalam penanganan maupun mengobati virus Covid-19.

"Obat ini bekerja dengan memicu kesalahan pada proses perbanyakan virus dalam tubuh," ujarnya.

Saat ini, obat Molnupiravir yang dibuat perusahaan farmasi asal Amerika Serikat itu sedang dalam proses pengajuan izin kepada Food and Drug Administration (FDA) selaku Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (AS).

Wiku menyampaikan Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan aksesibilitas vaksin dan obat kepada seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah Indonesia juga membuka peluang bagi peneliti untuk berinovasi menemukan vaksin dan obat Covid-19 yang aman dan efektif.

"Meski demikian, inovasi yang dilakukan wajib mematuhi standarisasi nasional dan internasional serta mematuhi seluruh tahapan pengembangan vaksin dan obat yang baku, semata-mata agar keamanan dan efektivitasnya terjamin," tukasnya.

Inovasi yang dilakukan wajib mematuhi standardisasi nasional dan internasional serta mematuhi seluruh tahapan pengembangan vaksin dan obat yang baku semata-mata agar keamanan dan efektivitasnya terjamin.

"Usaha pencegahan melalui 3M dan vaksin serta penanganan Covid-19 dengan obat dan terapi sama pentingnya serta saling melengkapi," tutup Wiku.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN