Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jokowi-Maruf Amin. Foto: beritasatu.com

Jokowi-Maruf Amin. Foto: beritasatu.com

Muhaimin: Koalisi Jokowi-Maruf Tidak Perlu Ditambah Lagi

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:34 WIB
B1

JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau sering disapa Cak Imin menilai bahwa koalisi Jokowi-Ma’ruf sudah gemuk. Karena itu, anggota koalisi dinilai tidak perlu ditambah lagi.

Ya pada dasarnya koalisi pendukung 01 ini kan sudah gemuk ya, jumlahnya besar, sehingga di DPR tidak perlu tambahan lagi,” ujar Cak Imin menanggapi wacana Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang hendak bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi- Ma’ruf Amindi Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (17/6).

Menurut Cak Imin, dengan koalisi yang ada, maka stabilitas politik bisa terjaga. Selain itu, kata dia, par tai koalisi bisa menjaga program Jokowi-Ma’ruf kedepan DPR, meski tanpa Partai Demokrat dan PAN.

“Koalisi di DPR sudah berlebih- lebih, sehingga stabilitas sudah cukup (dengan koalisi yang ada),” tandas Cak Imin.

Namun, Cak Imin mengakui bahwa Demokrat dan PAN juga bisa bergabung dengan alas an lain, yakni dalam rangka rekonsiliasi nasional. “Tapi kalau dalam rangka rekonsiliasi nasional why not, tidak ada masalah,” tutur Cak Imin.

Terkait komposisi baru kabinet Jokowi-Ma’ruf kedepan, Cak Imin belum bersedia mengungkapkan, apakah jumlah menteri dari partainya akan bertambah atau berkurang. Cak menyerahkan sepenuhnya kepada presiden Jokowi.

“Kabinet belum. Insya Allah akan menjadi sikap presiden. Kita akan tunggu saja, karena itu kan hak prerogatif presiden,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekjen Partai Golkar, Lodewijik Paulus, mengatakan pihaknya menyambut bila ada parpol lain yang ingin masuk ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK) demi penguatan di parlemen.

Menyangkut jatah kursi kabinet, sepenuhnya kewenangan Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres terpilih. “Intinya, parpol koalisi pendukungnya melihat ini dari dua sisi berbeda. Pertama kita welcome untuk memperkuat kursi DPR. Kedua, soal jatah kursi kabinet, itu hak Pak Jokowi,” kata Lodewijk di Jakarta, barubaru ini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN