Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim

Nadiem Ingatkan Dampak Learning Loss Jika PTM Terbatas Tak Dilakukan 

Rabu, 22 September 2021 | 09:28 WIB
Fatima Bona

JAMBI, investor.id  - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengingatkan kepada semua pihak  tentang dampak learning loss jika pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tidak dilakukan.

Menurutnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berkepanjangan dapat berdampak negatif dan permanen yang bisa menyebabkan anak-anak Indonesia sulit mengejar ketertinggalan.

Adapun dampak tersebut antara lain dilihat dari aspek putus sekolah, penurunan capaian pembelajaran, dan kesehatan mental serta psikis anak-anak, di mana semuanya bisa menjadi risiko yang lebih besar.

“Kami mohon sekali kepada pemerintah daerah untuk menyelamatkan anak-anak kita dari learning loss dan agar sekolah-sekolah bisa menerapkan PTM terbatas sesuai dengan SKB Empat Menteri,”  ujar Nadiem saat meninjau pelaksanaan vaksinasi PTK di Korem 042 Garuda Putih, Jambi, Selasa (21/9/2021).

Dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Rabu (22/9/2021), Nadiem juga  menyampaikan, sesuai Instruksi Menteri  Dalam Negeri (Mendagri),  vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) bukan syarat PTM terbatas. Sekolah yang berada di wilayah PPKM level 1 sampai 3.

Menurutnya,  sekolah dapat melakukan PTM terbatas, terutama jika PTK di sekolah tersebut sudah divaksinasi.

“Sekolah wajib memberikan opsi PTM terbatas dan pembelajaran jarak jauh,” katanya.

Pada kesempatan sama, Nadiem menegasksn bahwa orang tua atau wali tetap berhak menjadi penentu metode pembelajaran terbaik bagi anak. Guna memantapkan keputusan orang tua tersebut, Nadiem memastikan pemerintah terus mengupayakan vaksinasi bagi pelajar usia 12 tahun ke atas, meskipun vaksinasi pelajar juga bukan menjadi syarat PTM terbatas.

Untuk itu, Nadiem  mengapresiasi Gubernur Jambi beserta jajarannya yang telah mengedepankan vaksinasi bagi PTK dan terus mengupayakan PTM terbatas.

“Terima kasih Pak Gubernur, karena sudah memprioritaskan vaksinasi PTK dan mengupayakan PTM terbatas yang aman dan selamat demi masa depan putra dan putri Jambi, serta demi tercapainya visi Bapak Presiden  dalam menciptakan generasi unggul untuk Indonesia maju,” ucapnya.

Nadiem juga menyampaikan  terima kasih kepada Danone Indonesia yang telah bermitra dengan Kemdikbudristek dalam memfasilitasi percepatan penuntasan vaksinasi bagi PTK dan warga sekolah lainnya.

“Melalui kemitraan ini, kita menunjukkan pentingnya gotong royong untuk bangkit dari pandemi dan menunjukkan bahwa betul pendidikan adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk sektor swasta,” katanya.

Merespons hal tersebut,  Gubernur Provinsi Jambi, Al Haris mengatakan, mendukung penuh kebijakan PTM terbatas untuk segera dilakukan. Hal ini dikemukakannya setelah melihat fenomena PJJ yang memberikan dampak negatif bagi peserta didik.

“Pelaksanaan PTM terbatas ini sangat mendesak. Sekarang ada kecenderungan gawai yang dipakai untuk PJJ digunakan untuk hal-hal yang tidak mendukung pembelajaran,” tuturnya.

Direktur Hubungan Pemerintahan Danone Indonesia, Rahmad Hidayat menyampaikan terima kasih kepada Kemdikbudristek atas kesempatan yang diberikan kepada Danone Indonesia untuk ikut menyukseskan penuntasan vaksinasi dalam usaha mempercepat pelaksanaan PTM terbatas.

 Ia mengatakan, percepatan vaksinasi bagi PTK perlu dilakukan secara bersama-sama antarsemua pihak dan sektor. “Dunia pendidikan tidak boleh kalah dari Covid-19,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN