Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Foto  Humas Kemendikbudristek

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Foto Humas Kemendikbudristek

Nadiem: Kampus Merdeka untuk Pembelajaran Lebih Menyenangkan dan Relevan

Kamis, 7 Oktober 2021 | 14:36 WIB
Fatima Bona

MATARAM. investor.id  -  Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menjelaskan bahwa tujuan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah membuat pengalaman belajar yang menyenangkan dan relevan bagi mahasiswa dan dosen.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berupaya menghadirkan simulasi dunia kerja bagi mahasiswa Kampus Merdeka.

Hal ini disampaikan Nadiem saat dialog dengan para rektor serta perwakilan dosen dan mahasiswa di depan halaman Auditorium Universitas Mataram (Unram), Kota Mataram, Rabu (6/10/2021).

“Kita ingin membuat pembelajaran di perguruan tinggi merupakan simulasi dunia nyata," ujat Nadiem berdasarkan siaran pers diterima Beritasatu.com,  Kamis (7/10/2021).

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Foto  Humas Kemendikbudristek
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Foto Humas Kemendikbudristek

"Dosen harusnya tidak hanya ceramah di depan kelas, dosen bisa membuat rekaman pembelajaran kemudian ketika masuk ke kelas mahasiswa perlu diarahkan untuk lebih banyak berdiskusi, kerja kelompok, mengasah presentasi dan berdebat,” imbuh Nadiem.

Untuk itu,  Nadiem  mengapresiasi perguruan tinggi negeri dan swasta yang antusias mengimplementasikan program Kampus Merdeka dengan berbagai tantangan di masa pandemi Covid-19.

“Terima kasih kepada bapak ibu rektor yang telah bekerja keras mengimplementasikan MBKM, tentu saja kemerdekaan bagi mahasiswa, itu berarti kerumitan bagi perguruan tinggi. Namun, kita perlu untuk terus mengupayakan perbaikan-perbaikan dalam sistem pendidikan tinggi dan kualitas lulusannya,” tutur Nadiem.

Selasih Oktarini, salah satu mahasiswa yang mengikuti program Kampus Mengajar mengaku mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga ketika mengajar di daerah tertinggal. Dirinya membantu guru-guru di sekolah dasar tertinggal untuk meningkatkan antusiasme belajar siswa dan meningkatkan animo siswa mendaftar di sekolah tersebut.

"Bangga sekali menjadi bagian dari program yang sangat bagus ini, Kampus Mengajar," kata Selasih.

Sementara itu, rektor Universitas Teknologi Mataram, Lalu Darmawan Bakti menjamin bahwa potensi mahasiswa di NTB tidak kalah dibandingkan mahasiswa dari kota-kota besar di Indonesia jika diberikan kesempatan bersaing secara terbuka.

Ia memuji sistem daring dalam program MBKM yang memungkinkan persaingan secara adil bagi seluruh mahasiswa.

Menutup dialog, Mendikbudristek Nadiem bertanya mengenai harapan peserta yang hadir mengenai program Kampus Merdeka.

"Jadi, apakah kita perlu melanjutkan Kampus Merdeka?" kata Nadiem yang disambut dengan seruan setuju oleh para hadirin yang hadir secara tatap muka.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN