Menu
Sign in
@ Contact
Search
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Foto:Investor Daily/Primus Dorimulu

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Foto:Investor Daily/Primus Dorimulu

Nadiem: Kebijakan Teknologi Pendidikan sesuai Kebutuhan Guru dan Peserta Didik 

Rabu, 21 September 2022 | 08:59 WIB
Maria Fatima Bona (redaksi@investor.id)

NEW YORK, Investor.id - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebutkan kebutuhan guru dan peserta didik menjadi akar dari kebijakan teknologi pendidikan yang diterapkan di Indonesia.

Demikian penjelasan Nadiem saat menjadi pembicara pada sesi ‘Digital Learning and Transformation’. Sesi khusus ini menghadirkan para pemimpin negara yang menjadi pionir dalam hal pembelajaran digital.

Baca juga: Menteri Nadiem Sebut Penyusunan RUU Sisdiknas Libatkan Partisipasi Publik

“Dalam tiga tahun terakhir, Indonesia telah memulai transformasi paling progresif dalam sejarah pendidikan Indonesia. Kebijakan ini kami beri nama Merdeka Belajar,” ucap Nadiem pada konferensi tingkat tinggi (KTT) Transforming Education yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kota New York, Amerika Serikat (AS), Senin (19/9/2022) waktu setempat.

Dalam keterangan pers tertulis, Selasa (20/9/2022), sesi "Digital Learning and Transformation" bersama para pemimpin negara bertujuan untuk mempromosikan solusi inovatif, kebijakan dan praktik yang memberdayakan, serta memastikan akses pendidikan digital di berbagai belahan dunia.

Nadiem dalam paparannya menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berpusat pada pemangku kepentingan.

Baca juga: Hakteknas, Nadiem Apresiasi Pengguna Platform Teknologi Kemendikbudristek

“Filosofi desain teknologi kami berpusat pada pengguna. Kami mendengarkan guru, kepala sekolah, peserta didik, dan lain sebagainya. Alih-alih membangun produk teknologi yang kami pikir diperlukan, kami lebih berfokus pada apa yang sebenarnya mereka butuhkan,” terang Nadiem.

Dia menyebutkan, berbagai platform teknologi yang dikembangkan Kemendikbudristek adalah platform Merdeka Mengajar, Rapor Pendidikan, Kampus Merdeka, Kedaireka, belajar.id, Arkas, TanyaBOS, dan SIPLah. “Kesemuanya itu telah digunakan oleh jutaan orang di Indonesia,” urai Nadiem.

Nadiem juga menegaskan bahwa semua inovasi kebijakan dan platform teknologi hanya dapat dilakukan jika ada keberanian dan kemauan politik. “Tanpa mandat dari Presiden  Joko Widodo untuk membangun sumber daya manusia, transformasi ini tidak akan mungkin terjadi,” tegasnya di akhir paparan yang disambut apresiasi luar biasa dari para hadirin.

Baca juga: Nadiem: Guru Honorer Lolos Passing Grade 2021 Diprioritaskan Seleksi PPPK

Kunjungan Nadidm ke AS memiliki dua misi khusus. Pertama, untuk menegaskan kepemimpinan Indonesia dalam hal transformasi sistem pendidikan melalui terobosan-terobosan Merdeka Belajar.

Kedua, untuk mendorong kerja sama baik di bidang pendidikan tinggi dengan sejumlah universitas maupun di bidang kebudayaan yang terkait dengan institusi riset dan permuseuman top dunia yang berkedudukan di AS.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com